Laporan dari Filipina
2 Bar Jadi Media Center Dadakan
Sabtu, 13 Jan 2007 13:38 WIB
Cebu - Apa yang anda bayangkan tentang sebuah media center? Mungkin sebuah ruangan luas yang berpendingin udara, penuh dengan PC atau laptop dan segala peralatan canggih, untuk para wartawan mengirimkan berita dan gambar. Namun media center untuk para wartawan peliput KTT ASEAN ke-12 yang ada di Shangri-la Mactan Hotel, tempat sebagian besar kegiatan KTT dilaksanakan, tidak seperti bayangan itu. Media center disini berupa bar yang disulap menjadi media center dadakan selama seminggu. Treasure Island dan Boko Bar yang berada di sekitar kolam renang hotel menjadi tempat wartawan bekerja untuk mengirimkan berita dan gambar.Demikian dilaporkan koresponden detikcom dari Filipina, Karina Noviantika yang mengikuti KTT ASEAN ke-12 di Mactan Cebu, Sabtu (13/1/2007). Bar yang biasanya untuk para tamu hotel bersantai sambil menikmati keindahan pantai dan fasilitas hotel, saat ini berubah menjadi meja-meja dengan kabel-kabel yang terjulur di sana sini. Ada 3 PC atau personal computer di masing-masing bar, dan hot spot area yang bisa digunakan dengan gratis. Tidak perlu pendingin ruangan, karena suasana bar yang terbuka, membuat para wartawan bisa menulis berita atau mengirim foto sambil ditemani hembusan angin pantai Shangrila Mactan Channel di saat cuaca sedang cerah. Namun jika cuaca tiba-tiba menjadi mendung dan turun hujan, maka cipratan angin hujan pun akan menggantikan angin sepoi-sepoi itu. Ada kopi dan donat gratis yang tersedia bila para wartawan lapar. Namun bila donat dan kopi dirasa kurang nendang, maka silahkan anda pesan pada bartender yang siap melayani anda. Menu yang disajikan tidak banyak, ada sandwich, pasta, dan pizza bisa dipilih, serta berbagai jus buah segar. Tapi tentu saja anda harus membayar untuk yang ini. Ada TV yang menayangkan acara KTT ASEAN yang disiarkan langsung. Sehingga para wartawan yang tidak mendapatkan kartu akses untuk meliput bisa menyaksikan jalannya acara dari media center ini. Tapi namanya media centre dadakan, mati listrik pun sempat dialami oleh para wartawan yang sedang nulis berita dan para fotografer yang sedang mengirim foto. Teriakan keluhan dari mereka yang belum menyimpan pekerjaannya pun terdengar. Untunglah teknisi setempat segera memperbaiki kerusakan dan para wartawan bisa melanjutkan pekerjaannya.Jadi, para kuli disket ini pun tetap bisa melanjutkan pekerjaannya di 'bar media center'....
(qom/qom)











































