Ada KTT ASEAN, Penerbangan ke Cebu Meningkat 6 Persen
Sabtu, 13 Jan 2007 12:02 WIB
Cebu - Pemerintah Filipina menjadikan momen pertemuan KTT ASEAN ke-12 sekaligus untuk mempromosikan kawasan Cebu sebagai daerah tujuan wisata internasional. Dan nampaknya upaya tersebut menunjukkan hasil yang diharapkan. Setidaknya hal tersebut terdengar dari ungkapan Foreign Affairs Secretary atau Sekretaris Departemen Luar Negeri Filipina, Alberto Romulo pada sebuah konferensi pers di Shangri-La Mactan Island, Jumat (12/01/2007) waktu setempat seperti dilaporkan koresponden detikcom dari Filipina, Karina Noviantika. "Karena pertemuan di Cebu, jumlah penerbangan ke Mactan Cebu International Airport meningkat enam persen sejak meningkatnya operasional perusahaan-perusahaan lokal di wilayah tersebut," kata Romulo. Ia menambahkan, untuk jumlah penumpang yang melewati bandara tersebut meningkat sebesar 14 persen. "Dalam rangka persiapan menuju pertemuan KTT ASEAN, kedatangan pengunjung di Cebu selama bulan Januari hingga September 2006 mencapai 1,2 juta orang, atau sekitar 11 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2005," tambah Romulo. Romulo juga mengatakan, para delegasi yang mengalir masuk ke Cebu selama pertemuan KTT diharapkan akan meningkatkan peningkatan penjualan bisnis setempat sebesar 1,2 miliar peso. "Saya percaya bahwa angka tersebut akan meningkat lagi. Kita telah menempatkan Cebu di peta pariwisata internasional, perdagangan dan investasi," kata Romulo. "Sebagai tambahan bahwa telah dicapai sebuah simbol kekuatan, kelenturan, dan semangat kerja keras tekad dari masyarakat Cebu yang disebut Cebuanos. Simbol tersebut mewujud dalam bentuk bangunan Cebu International Convention Centre," tandas Romulo. Cebu merupakan penghubung bagi kegiatan perdagangan dan aktivitas ekonomi di wilayah Filipina Selatan, karena lokasinya yang strategis yakni di jantung kepulauan negara Filipina. Cebu juga merupakan kota yang berkembang pesat kedua setelah Manila .Kebudayaan Cebu dipengaruhi dan diperkaya oleh banyak sentuhan budaya asing dan tradisi, yang merefleksikan banyak wajah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Cebu secara luas.
(qom/fay)











































