Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor di Sangihe Sulut
Sabtu, 13 Jan 2007 08:58 WIB
Sangihe - Di antara belasan korban banjir dan longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, terdapat 6 korban yang berasal dari satu keluarga.Kejadian itu menimpa keluarga Lahengko-Mandalika warga Kelurahan Dumuhung, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Sangihe pada Kamis 11 Januari lalu.Dituturkan Luther Lahengko --korban yang selamat-- kepada detikcom Sabtu (13/01/2007), sebenarnya dia sudah mendengar teriakan sejumlah warga yang memperingatkan adanya banjir dan tanah longsor.Tak lama setelah peringatan warga, Luther mendengar suara air bergemuruh di belakang rumahnya. Bersama istrinya, Luther yang tinggal bersama keluarga besarnya berusaha menyelematkan diri. Naas baginya, belum sempat beranjak jauh, banjir sudah lebih dahulumenerjang. Luther berhasil berpegangan di dahan pohon jambu, sedangkan istrinya tak mampu menahan derasnya air."Saya sudah dengar, orang-orang berteriak bilang ada banjir. Tapi saya tidak sempat menyelematkan diri," ujar Luther lirih.Akibatnya, istri, tiga anak, empat cucu dan dua cicit Luther tewas tertimbun. Mereka tertimbun longsoran. Seorang anggota keluarga Luther ditemukan sedang menggendong anaknya, sementara yang lainnya berkumpul di tempat tidur.Mereka adalah Darius Liroga, Yul Lahengko, Noprisa Lahengko, Johanis Lahengko, Inka Alonius dan Syanet Mandalika.
(bal/bal)











































