Banjir dan Longsor Ancam Sejumlah Kawasan di Sulut
Sabtu, 13 Jan 2007 08:27 WIB
Manado - Hujan deras yang terus mengguyur membuat sejumlah kawasan di Sulawesi Utara terancam banjir dan longsor. Seperti yang terjadi pada Sabtu (13/01/2007) dinihari, Kota Manado nyaris tenggelam. Hujan yang turun sejak pagi hingga malam membuat ketinggian air di beberapa kawasan mencapai 1 meter. Beberapa kelurahan yang rawan bajir seperti Tuminting, Sumompo, Wonasa dan Mahawu, warga mulai mengemas barang-barangnya untuk mengantisipasi bertambahnya ketinggian air. Empat kelurahan ini merupakan langganan banjir tahunan, di mana setiap musim penghujan tiba, selalu ditimpa musibah.Sementara di Kabupaten Minahasa, Ketua Tim SAR Jeffry Mambu, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar mewaspdai gejala alam ini. Di Minahasa, sejumlah titik rawan banjir dan longsor meliputi ruas jalan yang ada di desa-desa Kecamatan Tombulu, Kombi, Lembean Timur dan Kawangkoan serta Remboken, Sonder dan Tanawangko.Bila Danau Tondano meluap, kompleks pemukiman di Kelurahan Kiniar Kecamatan Tondano Timur, adalah daerah pertama yang bakal dilanda banjir.Sedangkan di Kota Bitung, wilayah Makawidey, Patetan, Kasawari di Kecamatan Bitung Timur, terancam longsor. Ini karena sebagian besar rumah penduduk terletak di daerah perbukitan. Selain itu, kondisi jalan yang rusak parah dan dikelilingi jurang terjal tanpa tembok pengaman.Tahun lalu, banjir dan longsor di Manado mengakibatkan puluhan korban tewas dan ratusan rumah rusak sehingga membuat ratusan warga terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat. Banjir itu juga mengakibatkan terputusnya jalur trans Sulawesi di daerahTombariri setelah jembatan Tanawangko hanyut dibawa banjir.
(bal/bal)










































