Cina dan Rusia Veto Resolusi DK PBB Soal Myanmar, RI Abstain

Cina dan Rusia Veto Resolusi DK PBB Soal Myanmar, RI Abstain

- detikNews
Sabtu, 13 Jan 2007 06:26 WIB
New York - Pupus sudah rencana Amerika Serikat (AS) untuk menekan pemerintah Myanmar melalui usulan draf resolusinya kepada DK PBB. Cina dan Rusia memveto resolusi yang akan memerintahkan junta militer Myanmar melepaskan semua tahanan politik dan menghentikan kekerasan seksual oleh militer.Bergabung dengan Rusia dan Cina, adalah Afrika Selatan dan Inggris yang menentang draf tersebut. Sementara Indonesia, Qatar dan Kongo yang menjadi anggota tidak tetap DK PBB, mengambil sikap abstain dalam pengambilan keputusan yang dilakukan di Gedung PBB, New York, AS."Isu Myanmar adalah urusan internal mereka dan menyangkut kedaulatan sebuah negara. Cina meyakini tidak diperlukan keterlibatan DK PBB," ujar Dubes Cina untuk PBB Wang Guangya menjelaskan alasan veto yang dilakukannya seperti dilansir AFP, Sabtu (13/01/2007).Lebih lanjut kelompok negara yang menolak resolusi ini menyatakan permasalahan Myanmar bukan merupakan ancaman terhadap keamanan dan kedamaian internasional dan lebih tepat diselesaikan melalui Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss.Sementara itu Dubes Afrika Selatan untuk PBB Dumisani Kumalo mengatakan usaha mediasi diperlukan dan itu menjadi tugas Sekjen Dewan HAM PBB Ibrahim Gambari. Kamalo menambahkan sikap Afsel tersebut merujuk sikap negara-negara ASEAN yang menyatakan Isu Myanmar bukan ancaman perdamaian dan keamanan regional.Tak jauh berbeda dengan pernyataan Afsel, Indonesia yang mengambil sikap Abstain melalui Dubes Indonesia di PBB Rezlan Jenie menyebut masalah Myanmar bukan merupakan 'subyek yang layak dalam sebuah resolusi DK PBB.' (bal/bal)


Berita Terkait