Tentara AS Bebaskan Seorang Staf Konsulat Iran di Irak
Sabtu, 13 Jan 2007 01:58 WIB
Baghdad - Satu dari enam orang yang ditahan pasukan Amerika Serikat (AS) dalam sebuah serangan dilakukan terhadap bangunan yang disebut konsulat Iran di Arbil, ibukota provinsi Kurdistan, Irak Utara telah dibebaskan."Seorang dibebaskan dan lima lainnya masih ditahan," ujar sebuah pernyataan militer AS seperti dilansir AFP, Jumat (12/01/2006).Iran mengecam keras tindakan AS tersebut yang dinilai melanggar hukum internasional. Teheran dan pemerintah wilayah Kurdistan menuduh pasukan AS menyerbu sebuah gedung diplomatik -- yang seharusnya dilindungi sesuai dengan hukum iternasional-- dan menuntut agar para staf yang ditahan dibebaskan.Sebelumnya pada hari Kamis di Washington, seorang pejabat AS mengatakan 6 warga Iran ditahan dalam sebuah operasi pencarian di Arbil.Namun jurubicara Pentagon membantah pasukan AS menyebru konsulat Iran. Ia mengatakan ia tidak tahu kebangsaan mereka yang ditahan itu, tapi mereka "diduga punya hubungan dekat dengan kegiatan-kegiatan yang ditujukan pada pasukan Irak dan koalisi."Penyerangan itu dilakukan persis beberapa jam setelah Presiden AS George W.Bush mengumumkan ia memerintahkan pengiriman 21.500 tentara AS lagi ke Irak dan berjanji akan mengambil tindakan agresif untuk mengurangi apa yang ia sebut sebagai bantuan Iran dan Suriah bagi aksi perlawanan.Gedung Putih menolak memberikan komentar secara khusus mengenai operasi itu, tapi mendukungnya.
(bal/bal)











































