Insiden Poso
JK: Tidak Bisa Salahkan Polisi
Jumat, 12 Jan 2007 15:36 WIB
Jakarta - Pemerintah menyesalkan jatuhnya tiga korban tewas dalam rangkaian penggerebegan persembunyian para buronan kerusuhan Poso. Kejadian tersebut akibat tidak diindahkannya seruan damai kepolisian oleh pihak bersangkutan. "Ada korban karena imbauan damai tidak dilaksanakan. Jadi tidak bisa salahkan polisi," kata Wapres Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat 12/1/2007).Penggrebekan pada Kamis kemarin sudah lama direncanakan Polri. Namun orang-orangnya yang namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kerusuhan Poso itu bersembunyi di lokasi pemukiman penduduk yang amat riskan menimbulkan dampak sosial bila dilakukan penggrebekan.Karenanya Polri menempuh upaya persuasif untuk melaksanakan operasi penegakan hukum tersebut. Para buronan dan pihak yang memberi mereka perlindungan diberi batas waktu untuk menyerahkan diri secara sukarela. Tercatat sudah empat kali batas waktu itu diperpanjang."Sudah empat kali ditunda batas waktunya. Tentu polisi tidak bisa terus menunggu seperti itu untuk lakukan kewajibannya menangkap DPO," ujar JK.Proses penggrebekannya sendiri diwarnai konflik. Para buronan memberikan perlawanan bersenjata. Dalam kontak tembak itulah seorang warga yang diketahui belakangan diketahui tidak tercantum dalam DPO, ikut tewas."Ada (korban tewas) dari pihak yang di sana (buronan dan warga), ada juga kemudian polisi. Saya sangat menyayangkan. Tentu akan diusut lagi korbantersebut," imbuh Wapres.
(lh/nrl)











































