Surat dari Buncit
Sofyan pun Daftar Jadi Member
Jumat, 12 Jan 2007 12:35 WIB
Jakarta - Inilah tamu penting kami di awal tahun ini: Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil. Pria kelahiran Aceh ini bertamu ke detikcom pukul 19.30 WIB, Kamis (11/1/2007).Begitu memasuki pintu utama kantor, Sofyan yang disambut pemimpin redaksi Budiono Darsono langsung terlibat obrolan seru tentang perkembangan situs idola Anda ini. Obrolan akrab pun berlanjut sampai ke ruang diskusi yang juga diikuti sejumlah awak redaksi.Sambil mengobrol, Sofyan tak sungkan-sungkan mencomot klengkeng, salah satu hidangan yang kami suguhkan. Sungguh jauh dari kesan formal seorang menteri. Sejumlah pertanyaan pun dilontarkannya terkait performa detikcom. Saat mendengar penjelasan Budiono tentang jumlah page view detikcom yang mencapai 7,5 juta per harinya, Sofyan pun menyebut detikcom sebagai the biggest news paper. Pria berkumis yang meraih gelar Ph.D di bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy ini terkesima saat Budiono menjelaskan bahwa bisnis detikcom kini sudah merambah ke dunia mobile dan bersiap menuju video streaming. "Kami juga ada layanan berbayarnya, Pak. Cuma 10.000 rupiah per bulan," papar Budiono yang akrab kami sapa dengan "bdi" ini. Yang dimaksud bos kami itu adalah detikportal, layanan kaya informasi dan bebas iklan yang murah meriah.Mendengar itu, Sofyan spontan berujar, "Wah, saya mau daftar dong. Tolong didaftarkan ya...," ujarnya sambil membuka ponsel komunikatornya. Begitu intensnya obrolan kedua pria berbatik itu, sampai-sampai penghuni ruangan yang lain hanya bisa menyumbang tawa saat celetukan lucu meluncur dari mereka. Jika biasanya obrolan baru dimulai setelah perkenalan segenap awak redaksi yang hadir, maka dalam kunjungan kali ini Budiono baru sempat memulai perkenalan setelah terjadi jeda dalam obrolan mereka. Tapi tak lama setelah itu, obrolan langsung menjurus pada isu terkini yang biasa ditanyakan wartawan kepada Sofyan. Mulai soal kontroversi penandatangan MoU antara pemerintah RI dengan PT Microsoft Indonesia, sampai soal pembentukan Dewan Pers. Sofyan juga banyak bercerita soal pembajakan software di kalangan pemerintah dan rencana pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur di bidang teknologi informasi. Tak lupa Sofyan pun berpesan agar detikcom semakin kreatif mengembangkan konten lokal. "Ini bagus. Apa yang kalian kerjakan di sini dapat menghemat bandwidth ke luar negeri. Memang itu tujuan kita," ujarnya sambil menyapu pandangan ke seisi ruangan. Diskusi hangat yang dimulai sejak pukul 19.45 itu pun berlangsung sampai pukul 21.30 WIB. Dari ruang diskusi, Sofyan kemudian digiring untuk melakukan tur singkat ke ruang kerja detikcom. "Di sini ini Pak, tempat kerja yang penghuninya ada terus 24 jam," promosi Budiono. Acara silaturahmi ini diakhiri dengan saling tukar nomor ponsel. Krrriiing!!Foto:1) Suasana diskusi di ruang meeting.2) Sofyan menjenguk 'dapur' detikcom.
(nrl/sss)











































