Banjir Sangihe
14 Orang Tewas, 23 Hilang
Jumat, 12 Jan 2007 12:10 WIB
Manado - Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, membawa korban. Data sementara Satlak Bencana Alam Kepulauan Sangihe mencatat 14 orang tewas dan 23 hilang.Korban hilang terbanyak diperkirakan di Kecamatan Tahuna yakni mencapai 19 orang. "Korban luka ada 11 orang dan kami bawa ke RS Tahuna," ujar Wakil Bupati Kepulauan Tangihe Yabhes Gagana ketika dihubungi detikcom pukul 11.45 WIB.Selain merenggut nyawa, bencana itu juga telah merusak setidaknya 58 bangunan yang sebagian besar adalah rumah warga."58 Bangunan yang rusak ini adalah jumlah total dari Kecamatan Tahuna Timur, Tahuna, dan Nusa Tabuka," imbuh Yabhes.Ditambahkan dia, hingga kini pencarian korban masih dilakukan oleh TNI dan polisi setempat dengan bantuan warga. "Jadi data korban atau bangunan rusak masih mungkin berubah," lanjut Yabhes.Khusus di daerah Tahuna, data Bakornas Penanganan Bencana (PB) mencatat 7 orang ditemukan meninggal, 26 hilang, dan 9 orang luka berat. 33 Rumah mengalami rusak berat, 18 rumah rusak ringan, dan 2 rumah ibadah rusak.Bakornas Penanganan Bencana menyebut bencana terjadi karena hujan secara terus menerus sejak malam hingga pagi hari. Terlebih beberapa kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe berada di kemiringan di atas 30%.
(nvt/nrl)











































