Laporan dari Filipina
Aneka Agenda SBY di Cebu
Jumat, 12 Jan 2007 10:37 WIB
Cebu - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan tiba di Cebu pukul 11.10 waktu setempat (Wita), Jumat (12/1/2007). Agenda pertama yang akan dilakukan SBY setibanya adalah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Brunei - Indonesia Malaysia - Phillipine East Asia Growth Area (KTT) BIMP - EAGA III yang akan dilaksanakan di Shangri La Mactan Island. Pada pertemuan ini rencananya akan ditandatangani dokumen Memorandum of Understanding (MoU) on the expansion on air linkages. Yaitu nota kesepakatan hubungan udara antar keempat negara untuk bebas memasuki pelabuhan udara yang ditunjuk, dan berhak mengambil penumpang untuk dibawa ke tempat tujuan tanpa kembali ke tempat keberangkatan. Kesepakatan ini dilakukan untuk meningkatkan kerjasama transportasi udara antar keempat negara. Sebagai gambaran dengan ditandatanganinya MoU ini, maka pesawat dari Manado yang menuju ke Davao Filipina, dan mengambil penumpang di Davao, untuk kemudian menuju ke Kinibalu Malaysia secara langsung, tanpa harus kembali ke Menado terlebih dahulu. Demikian dilaporkan koresponden detikcom di Filipina, Karina Noviantika.Agenda berikutnya yang akan dihadiri oleh SBY adalah KTT Indonesia Malaysia Thailand - Growth Triangle (IMT-GT) II, yang juga dilaksanakan di tempat yang sama. Pada KTT ini akan dilakukan penandatanganan MoU IMT - GT Roadmap Development for Development 2007 - 2011. Malam harinya SBY menghadiri pertemuan kepala negara/pemerintahan ASEAN dengan Eminent Persons Group (EPG) on ASEAN Charter yang bertempat di Cebu International Convention Centre (CICC). Kemudian dilanjutkan dengan jamuan santap malam tidak resmi kepala negara/pemerintahan ASEAN yang juga berlangsung di tempat yang sama. Seluruh kepala negara/pemerintahan negara-negara anggota ASEAN semuanya hadir pada KTT ASEAN XII ini. Presiden SBY (Indonesia), Presiden Gloria Arroyo Macapagal (Filipina) , Sultan Hasanal Bolkiah (Brunei Darussalam), PM Samdech Hun Sen (Kamboja), PM Bouasone Bouphavanh (Laos), PM Adullah Badawi (Malaysia) PM Jendral Soe Win (Myanmar), PM Lee Hsien Loong (Singapura), PM Surayud Chulanont (Thailand), dan PM Nguyen Tan Dung (Vietnam).
(nrl/nrl)











































