Pengamat: Serpihan Berserak, AdamAir Mungkin Pecah di Udara
Jumat, 12 Jan 2007 10:15 WIB
Jakarta - Memasuki hari ke 12, tim pencari baru menemukan serpihan-serpihan AdamAir KI 574. Penemuan serpihan pesawat yang berserak di beberapa titik lokasi memunculkan spekulasi AdamAir meledak di udara.Pakar penerbangan dari Departemen Tehnik Penerbangan ITB, Hisar M Pasaribu, mengatakan, dilihat dari perkembangan terakhir penemuan serpihan pesawat, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi pada AdamAir, yaitu pesawat itu mengalami pecah di udara atau menghujam dengan keras ke laut."Saya menghindari kata meledak. Tapi saya rasa bisa jadi, dia (AdamAir) pecah di udara," kata Hisar saat berbincang dengan detikcom, Jum'at (12/1/2007) pukul 09.00 WIB. Menurut Hisar, serpihan-serpihan pesawat yang ditemukan di berbagai titik itu bisa saja membuktikan kalau pesawat itu pecah di udara. Apalagi saat last contact dengan bandara, AdamAir berada di ketinggian 35 ribu feet."Mungkin saja saat di ketinggian itu, AdamAir mengalami kerusakan sistem atau guncangan sehingga pesawat kehilangan kendali dan menukik tajam ke laut. Di saat menukik dari ketinggian dengan kecepatan di luar batas itulah kemungkinan pesawat pecah. Sehingga pecahannya bisa tersebar dalam radius yang sangat luas," jelas pakar yang juga menjadi anggota Kelompok Keahlian Disain Operasi dan Perawatan Pesawat Udara ITB ini.Apalagi, lanjut Hisar, jika kecepatan saat menukik itu tidak didukung oleh struktur yang kuat, pesawat menjadi rentan pecah.Hisar juga menjelaskan, tekanan udara di dalam kabin pesawat yang tiba-tiba drop bisa juga memicu ledakan. "Tapi menurut saya depreserisasi itu kecil kemungkinan," ujarnya.
(rmd/nrl)











































