Sangihe, Langganan Longsor Banjir
Jumat, 12 Jan 2007 09:46 WIB
Jakarta - Longsor dan banjir melanda Tahuna, ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis sore (11/1/2007). Belasan warga tewas dan belasan lainnya masih dicari hingga Kamis (12/1/2007). Usut punya usut, daerah itu merupakan langganan musibah bencana alam. Hampir setiap tahun -- terutama Desember hingga Maret -- banjir, tanah longsor, abrasi dan letusan gunung berapi, menghampiri kawasan di ujung paling utara Indonesia ini.Situs Kabupaten Kepulauan Sangihe membeberkan alasan terjadinya musibah rutin itu. Pertama, iklim pada Desember-Maret bercurah hujan maksimum dibarengi angin kencang sehingga sering mengakibatkan banjir maksimum dan gelombang laut maksimum. Iklim di daerah ini dipengaruhi oleh angin muson, musim kemarau (Juni-Juli dan Oktober-November).Kedua, daerah ini memiliki gunung api yang masih aktif yakni satu berada di bawah laut terletak dekat Pulau Mahengetang. Sedangkan yang lain yaitu Gunung Awu di Pulau Sangihe, Gunung Karangetang di Pulau Siau, dan Gunung Ruang di Pulau Ruang.Ketiga, kondisi topografi daerah ini terutama Pulau Sangihe Besar, Siau dan Tagulandang umumnya berbukit-bukit. Pemukiman penduduk tersebar di topografi seperti ini, yang tentuya dengan kondisi tanah yang sangat labil dan mudah longsor.
(nrl/aba)











































