Sepak Tipu Duit Andi Mallarangeng Palsu Bikin Heboh
Jumat, 12 Jan 2007 09:33 WIB
Jakarta - Sepak terjang Andi Mallarangeng palsu bikin heboh. Sejumlah orang top jadi korban. Sebagian lagi nyaris jadi korban. Pimpinan Umum LKBN Antara, Asro Kamal Rokan, salah satu orang yang nyaris kena kibul senilai Rp 30 juta.Kepada detikcom, Jumat (12/1/2007), Asro yang mantan Pemimpin Redaksi Harian Republika membeberkan bagaimana Andi Mallarangeng palsu itu beraksi. Suatu hari di akhir Desember lalu, Asro menerima telepon dari nomor 0816728433."Suara dan tertawanya mirip sekali dengan Andi. Sulit membedakan. Termasuk logat-logatnya," kata Asro. "Bercanda dan menyapanya pun benar-benar sama," tambah Asro.Dalam pembicaraan via telepon itu, Andi Mallarangeng palsu itu mengundang Asro untuk bertemu di kantor Andi di Lt 2 Bina Graha. Pembicaraan berlanjut, kemudian Andi Mallarangeng palsu itu menyatakan kalau dirinya sedang ada tamu. Tamu itu sangat membutuhkan duit senilai Rp 30 juta."Kebetulan saya sedang tidak membawa uang. Apakah Bung Asro bisa meminjami saya dulu Rp 30 juta," tutur Andi Mallarangeng palsu itu sebagaimana ditirukan Asro.Dari situlah Asro sebenarnya sudah curiga. "Kok Andi Mallarangeng berani beraninya pinjam duit ke saya. Saya ini kenal baik dengan Andi. Serupiah pun Andi tidak bakalan berani minta atau meminjam uang ke saya," jelas Asro.Singkat cerita, Andi palsu itu kemudian meminta Asro untuk meneleponnya. Sebab, pulsanya akan habis. "Saya main curiga. Andi kok kehabisan pulsa. Ini kan aneh!" tutur Asro.Setelah hubungan telepon putus, Asro pun segera menghubungi Andi Mallarangeng yang asli. "Ternyata benar. Andi sama sekali tidak menelepon Asro, apalagi sampai meminta uang Rp 30 juta," kata Asro.Selepas memperoleh kepastian dari Andi Mallarangeng yang asli, Asro menelepon Andi palsu. Asro kemudian mendamprat si Andi yang palsu tersebut. Asro hanya salah satu korban yang nyaris ditipu Andi Mallarangeng palsu. Sejumlah politikus dan pengusaha bahkan sudah sempat kena tipu. Inilah yang sangat meresahkan Andi.Jelas saja Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng yang asli menjadi sangat gerah. Melalui surat edaran kantor staf khusus kepresidenan bidang informasi, tertanggal 11 Januari 2007, Andi menegaskan dirinya baik selaku pribadi maupun lembaga, tidak pernah meminta uang atau sumbangan dalam bentuk apa pun."Apabila saudara atau instansi saudara dihubungi oleh pihak yang mengaku atau mengatasnamakan Jubir Kepresidenan atau Andi Mallarangeng untuk maksud dan keperluan tersebut, agar tidak melayaninya dan segera melaporkan hal dimaksud kepada pihak yang berwajib," tulis Andi.Modus operandinya, si penipu menghubungi mangsanya lewat telepon. Sasarannya adalah perorangan (orang kaya tentunya), pejabat negara, instansi pemerintahan daerah, perusahaan swasta, BUMN, BUMD atau lembaga lainnya. Atas nama Jubir Kepresidenan, calon korban diminta mentransfer dana ke rekening tertentu. Dalih yang kerap dipakai adalah sebagai sumbangan, bantuan atau partisipasi untuk kepentingan negara atau pemerintahan atau pribadi pihak yang mencatut nama Andi Mallarangeng.
(asy/asy)











































