Kewalahan Hadapi Gerilyawan, AS Tambah 21 Ribu Tentara di Irak
Jumat, 12 Jan 2007 04:40 WIB
Fort Benning - Amerika Serikat (AS) kewalahan menghadapi perjuangan gerilya di Irak. Pasukan yang berjumlah 132.000 akan ditambah lagi sebanyak 21.500 tentara."Situasi di Irak adalah sulit, tak ada pertanyaan mengenai itu. Sekarang adalah saat yang sulit di Irak karena kekerasan sektarian harus dilawan dan dihentikan untuk kemajuan masyarakat baru Irak," ujar Presiden AS George w Bush di Markas Besar Infanteri AS, Fort Benning, seperti dilansir AFP, Jumat (12/1/2007).Pengiriman pasukan tambahan ini merupakan bagian dari strategi baru Bush di Irak. Bush membayangkan strategi baru ini sebagai "kesempatan terbaik kita untuk sukses"."Strategi baru tidak akan mendatangkan hasil yang cepat, akan butuh waktu. Namun kita dapat mengharapkan akan melihat hasil positif," jelasnya.Paralel Rekonstruksi EkonomiRatusan diplomat dan warga sipil AS juga ikut diterjunkan sebagai bagian dari upaya Bush menstabilisasi keamanan di Irak. Pengiriman ratusan diplomat dan warga sipil ini merupakan bagian dari upaya pembangunan ekonomi, paralel dengan peningkatan keamanan di Irak."Sukses di Irak bukan hanya tergantung pada pendekatan militer, tapi juga mensyaratkan kemajuan politik dan ekonomi," cetus Menlu AS Condoleezza Rice di hadapan Kongres AS.Elemen kunci untuk strategi baru ini akan membuat diplomat AS keluar dari isolasi benteng "zone hijau" di sekitar kedutaan AS di Baghdad. Orang-orang sipil akan bekerja sebagai tim rekonstruksi provinsi yang akan menolong Irak mengembangkan ekonomi dan menyediakan pekerjaan.Untuk itu, pemerintahan Bush menjanjikan miliaran dolar AS lagi untuk rekonstruksi Irak. Sebelumnya pemerintah AS telah mengirim USD 21 miliar untuk proyek rekonstruksi sipil seperti pembangkit listrik dan pengolahan air minum.
(aba/aba)











































