Nama Jubir Presiden Dicatut untuk Minta Sumbangan
Kamis, 11 Jan 2007 21:50 WIB
Jakarta - Tidak selalu jadi orang terkenal itu enak. Resiko paling sering terjadi adalah dicatut nama untuk penipuan atau pemerasan. Tidak terkecuali Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.Untuk yang ke sekian kali nama Andi dicatut untuk memuluskan aksi penipuan, baik yang mengatasnamakan pribadi maupun lembaga kepresidenan. Jelas saja Andi gerah. Melalui surat edaran kantor staff khusus kepresidenan bidang informasi, Andi menegaskan dirinya baik selaku pribadi maupun lembaga, tidak pernah meminta sumbangan dalam bentuk apa pun."Apabila saudara atau instansi saudara dihubungi oleh pihak yang mengaku atau mengatasnamakan Jubir Kepresidenan atau Andi Mallarangeng untuk maksud dan keperluan tersebut, agar tidak melayaninya dan segera melaporkan hal dimaksud kepada pihak yang berwajib," tulis Andi dalam edaran yang diterima wartawan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis (11/1/2007).Modus operandinya, si penipu menghubungi mangsanya lewat telepon. Sasarannya adalah perorangan (orang kaya tentunya), pejabat negara, instansi pemerintahan daerah, perusahaan swasta, BUMN, BUMD atau lembaga lainnya. Atas nama Jubir Kepresidenan, calon korban diminta mentransfer dana ke rekening tertentu. Dalih yang kerap dipakai adalah sebagai sumbangan, bantuan atau partisipasi untuk kepentingan negara atau pemerintahan atau pribadi pihak yang mencatut nama Andi Mallarangeng.
(aba/aba)











































