KaBIN: Bukan Buron Poso, Pelempar Bom Terpaksa Ditembak
Kamis, 11 Jan 2007 19:58 WIB
Jakarta - Kepala BIN Syamsir Siregar memastikan satu dari dua orang yang tewas dalam penggerebekan polisi di Poso, Sulawesi Tengah, bukan buronan kerusuhan Poso."Tidak semuanya DPO. Hanya satu yang masuk DPO," jelas Syamsir usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pertemuan dengan berbagai pimpinan media massa di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis (11/1/2007).Namun bukan berarti Polri melakukan kesalahan. Orang tersebut terpaksa ditembak karena pada saat terjadi penggerebekan ikut melemparkan bom ke arah polisi."Dia ditembak karena dia melemparkan bom," ujar Syamsir.Menurut Syamsir, kejadian tersebut telah merembet ke masalah yang lebih luas di Poso. Indikasinya adalah tewasnya seorang anggota Polri akibat dikeroyok massa Kamis siang ini.Mengantisipasi kemungkinan terburuk, Syamsir mengaku sudah meminta Kapolri untuk mengambil tindakan meningkatkan keamanan Poso. Tokoh agama berpengaruh juga telah pula dihubunginya untuk menenangkan massa. "Saya sudah bicara pada Ustad Arsal agar ikut menenangkan massa. Dia bilang ini ada semacam kesalahan. Saya jawab 'ya sudah, tenangkan dululah massa'," tutur Syamsir.
(aba/sss)











































