Kapolsek dan Danramil Ikutan Jaga Kantor AdamAir
Kamis, 11 Jan 2007 17:45 WIB
Jakarta - Sejak hilangnya pesawat AdamAir dengan nomor penerbangan KI 574, demo menuntut tanggung jawab maskapai yang didirikan Agung Laksono itu makin gencar. Kapolsek Kalideres dan Danramil diturunkan untuk mengantisipasi demo.Kamis (11/1/2007) ini dikabarkan mahasiswa akan mendemo kantor AdamAir di Jl Peta Barat No 89, Jakarta Barat. Namun hingga pukul 14.00 WIB, pendemo tak juga datang ke kantor yang dikenal dengan Orange City tersebut.Padahal, untuk mengantisipasi demo tersebut, Kapolsek Kalideres dan Danramil Kalideres telah mengerahkan pengamanan ketat. Sekitar 138 polisi diturunkan untuk berjaga-jaga. Alhasil, mereka hanya duduk-duduk di parkiran motor gedung berlantai 3 tersebut.Sementara anak buah bersantai di parkiran, Kapolsek Kalideres Kompol Joko Widodo, Danramil Kalideres Kapten Artileri Arif Syarifudin, Kasatreskrim Jakarta Barat dan pihak AdamAir mengadakan rapat di lantai 2. Apa agendanya, hingga mereka usai rapat pukul 16.30 WIB, masih nihil.Salah satu staf direksi, Alex, ikut mengikuti rapat tersebut. Namun dia enggan membeberkan hasil rapat tertutup itu. Alex lebih memilih kabur dari kejaran wartawan ketimbang diwawancarai.Aksi bungkam juga dilakukan Kapolsek Kalideres, Danramil, Kasatreskrim Jakbar. Mereka menegaskan tidak ikut campur soal jatuhnya pesawat AdamAir dengan rute Jakarta-Surabaya-Manado yang raib pada 1 Januari 2007 lalu."Saya terkait soal demo. Soal AdamAir urusan mereka, saya tidak tahu menahu," tegas Kapten Artileri Arif Syarifudin ketika ditanyai wartawan usai pertemuan di kantor AdamAir, Kamis (11/1/2007).Di tempat yang sama, kuasa hukum AdamAir Sunarto mengaku lega serpihan pesawat Boeing 737-400 itu sedikit demi sedikit mulai ditemukan. "Pihak AdamAir bersyukur sudah ada temuan-temuan. Tapi kita belum bisa kasih keterangan lebih rinci," terang Sunarto. "Jika ada keluarga korban yang melapor dan ingin segera diberangkatkan ke Makassar, kami AdamAir akan memfasilitasinya," tambahnya.Mengenai kemungkinan pesawat AdamAir KI 574 itu meledak di udara, Sunarto enggan mengomentari. "Tidak ada. Saya tidak mau bicara soal itu. Tunggu keterangan resmi dari pihak AdamAir, sekitar 1-2 hari lagi," pungkasnya.
(ana/sss)











































