Nazar: Bersih-Bersih, Bukan Pembersihan
Kamis, 11 Jan 2007 16:43 WIB
Jakarta - Salah satu agenda pemerintahan Irwandi Yusuf-M. Nazar adalah "bersih-bersih" di lingkungan pemerintah daerah NAD. Banyak yang khawatir program ini sekadar mengganti jajaran yang sudah ada dengan para mantan petinggi GAM.Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NAD terpilih spontan membantahnya. Mereka menegaskan yang akan diterapkan adalah pemerintahan yang bersih, bukanpembersihan jajaran pemerintahan. "Jadi tidak ada pembersihan. Tapi yang ada clean governance. Yaitu pendisiplinan, pemberdayaan moral untuk tidak suka korupsi dan menyeleweng," ujar wagub terpilih Aceh, M Nazar, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (11/1/2007).Hal tersebut disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan seusai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tiga orang menteri koordinator dan Mustafa Abubakar -- Plt Gubernur NAD -- ikut hadir dalam pertemuan siang ini.Nazar membenarkan setelah dilantik pada 8 Februari mendatang, ia akan memanggil semua kepala biro untuk dan mengevaluasi kinerja mereka. Pada kesempatan itu kembali ditegaskan tentang reward dan punishment terhadap aparat pemerintahan."Bagi yang melanggar tentunya akan ada tindakan hukum. Ada penghargaan bagi birokrat yang disiplin, bertanggung jawab, dan bagus kinerjanya. Target kita dimasa mendatang Aceh makmur, stabil, dan tanpa korupsi," paparnya.
(lh/nrl)











































