Profesional Masuk Partai Hindari Citra Buangan
Kamis, 11 Jan 2007 15:07 WIB
Jakarta - Masuknya sejumlah profesional ke dalam parpol dilakukan agar parpol tak dikesankan berisi orang-orang buangan, baik mantan pejabat atau orang yang tak punya pekerjaan.Menurut Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Zulkieflimansyah, langkah ini harus dilihat sebagai upaya untuk memperbaiki citra partai."Selama ini kan kesannya parpol itu hanya berisi mantan pejabat dan warga negara nomor empat. Dengan masuknya orang profesional, baik dari cendekiawan maupun dari kelompok profesional lainnya akan mengubah image parpol untuk menjadikan sebagai wadah politisi profesional," kata Zul kepada detikcom di Jakarta, Kamis (11/1/2006).Menurut mantan cagub Banten yang kalah ini, sebaiknya masyarakat dididik untuk bisa memahami perubahan paradigma parpol dengan cara memberikan kesempatan kepada cendekiawan dan kaum profesional lainnya untuk terlibat dalam parpol. "Masuknya mereka akan sangat bermanfaat untuk menjadikan parpol itu lebih serius dalam mengambil kebijakan partai," ujarnya.Untuk itu, PKS pun juga akan me-launching dewan pakar dengan mengakomodir para cendekiawan. Diharapkan masuknya cendekiawan ke partai akan memberikan warna baru kepada partai di Indonesia agar tidak picik untuk sekadar memperjuangkan kelompok dan golongannya."Jangan sampai yang terjadi sebaliknya, kecendekiawanannya luntur, bahkan hilang dan menjadi partisan murni," tegasnya.Sementara Ketua Umum Partai Hanura Wiranto tidak terlalu mempersoalkan masalah masuknya profesional ke dalam parpol. "Asal mereka tidak terlibat aktif dalam pengorganisiran dan pergerakan partai. Tapi sebatas memberikan saran-saran yang bersifat keilmuan," cetusnya.
(mar/sss)











































