Wiranto Prihatinkan SBY-JK
Kamis, 11 Jan 2007 13:46 WIB
Jakarta - Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jenderal Purn Wiranto memprihatinkan kepemimpinan nasional saat ini. Pemimpin nasional yang harusnya peduli dan berjuang untuk kepentingan rakyat tapi cenderung memenuhi kebutuhan politik pragmatisnya."Kecenderungan orientasi kerakyatan dikalahkan oleh kebutuhan politik pragmatis dan mengganggu visi kerakyatannya. Sehingga banyak hal yang dilakukan sebagai seorang pemimpin tapi tidak dilakukan karena pertimbangan pragmatis apakah popularitas atau menuju 2009," kata Wiranto usai menghadiri Diskusi Tentang Blok Natuna di Kantor DPD di Jalan Gatot Subroito, Jakarta, Kamis (11/1/2006).Wiranto mengatakan, perubahan orientasi kepemimpinan ini karena masih banyaknya para pemimpin nasional yang menjabat posisi strategis di partai politik. "Baik sebagai ketua umum partai maupun sebagai penasihat atau badan pertimbangan," kata eks peserta Pilpres 2004 ini."Seyogyanya para pemimpin pada level nasional itu tidak lagi mempunyai jabatan-jabatan politik pada organisasi partai politik. Karena itu akan mengganggu kinerjanya sebagai pemimpin untuk fokus rakyatnya," tandasnya. Tudingan Wiranto ini diarahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat ini menjabat sebagai ketua dewan pembina Partai Demokrat dan Wapres Jusuf Kalla (JK) sebagai ketua umum Partai Golkar. "Ya, mereka itu," kata Wiranto saat ditanya apakah tudingan itu diarahkan SBY dan JK. Menurut mantan Panglima ABRI era Soeharto dan Habibie ini, dengan masih diperbolehkannya sistem rangkap jabatan oleh pemimpin nasional maka usaha memperbaiki kesejahteraan rakyat akan tergganggu. Karena pemimpin akan lebih mengutamakan tujuan politiknya untuk mempertahankan kekuasaannya.
(mar/nrl)











































