7 Bulan Kerja, Timnas Lumpur Duduk Satu Meja
Kamis, 11 Jan 2007 12:30 WIB
Surabaya - Setelah dilantik dan bekerja sejak 7 bulan lalu, kinerja Tim Nasional Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, akan dievaluasi secara menyeluruh.Dalam pertemuan di Hotel Shangri-La, Surabaya, Kamis (11/1/2007) itu diikuti langsung tim pengarah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menneg LH Rahmat Witoelar, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi.Turut serta Ketua Tim Pelaksana Basuki Hadimoeljono, Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, dan General Manager Lapindo Brantas Inc Imam P Agustino.Rapat yang akan berlangsung pukul 14.00 WIB ini akan mengevaluasi perkembangan penanggulangan luapan dan semburan lumpur.Sebelum rapat digelar, sekitar pukul 11.00 WIB, Menteri ESDM didamping Basuki Hadimoeljono, Win Hendrarso, Imam Agustino sempat mengunjungi tanggul semburan utama di Desa Siring, Porong."Nanti dalam rapat kita akan membahas langkah-langkah yang telah dilakukan maupun yang akan datang. Misalnya operasi relief well yang selama ini ada kendala teknis maupun dana," terang Purnomo.Begitu pula soal kritikan tajam yang dialamatkan ke timnas yang dianggap gagal, Purnomo menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden SBY."Soal timnas juga akan kita bicarakan. Tetapi timnas akan berakhir 8 Maret, setelah itu bagaimana tergantung keputusan presiden. Sebab timnas adalah keputusan presiden," jawabnya.Perkembangan ke depan yang disampaikan Purnomo adalah pembangungan open channel (kanal terbuka) yang akan mengalirkan lumpur panas dari pusat semburan ke Kali Porong melalui beberapa desa dan berakhir di sekitar spillway di Desa Pejarakan Kecamatan Jabon."Open channel juga masih menyisakan kendala. Selain material berkurang, warga Jatirejo ada yang menolak lahannya dipakai dengan alasan kompensasi belum jelas," imbuhnya.
(gik/sss)











































