Sidang Playboy Tertutup, FPI 'Obral' Majalah Syur
Kamis, 11 Jan 2007 11:51 WIB
Jakarta - "Lima ribu...lima ribu...obral nih!" teriak aktivis Front Pembela Islam (FPI) sambil membanting 3 majalah syur. 'Lapak' mendadak mereka buka di depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera.Tiga majalah yang mereka usung adalah majalah Playboy Indonesia, majalah Maxim, dan majalan FHM. Ketiganya dibanting ke aspal lalu diinjak-injak."Allahu Akbar...Allahu Akbar!" pekik 30 aktivis FPI yang mengenakan busana serba putih lengkap dengan sorban.Spanduk besar tampak dibentangkan bertuliskan "Lapak Porno: Jual Majalah Porno Khusus Buat Hakim dan Pengacara".'Lapak' ini digelar FPI untuk memprotes sidang terdakwa Pimred Majalah Playboy Indonesia Erwin Arnada yang berlangsung tertutup, Kamis (11/1/2007).Sidang yang diketuai Efran Basuning mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. Dengan alasan kesusilaan, sidang itu pun berlangsung tertutup."Katanya ini sidang tertutup. Kalau maslah asusila sidangnya tertutup, tetapi di majalahnya sendiri buka-bukaan," kata salah seorang orator.70 Polisi dari Polres Jaksel tampak berjaga-jaga. Aksi FPI masih berlangsung hingga 11.40 WIB.Pukul 11.30 WIB, 10 orang dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan melakukan aksi serupa. Aktivis yang mengenakan baju serba hitam dengan ikat kepala hitam bertuliskan bahasa Arab dan ikat kepala warna oranye bertuliskan "Gema Pembebasan".Massa berorasi sambil membentangkan poster-poster antara lain bertuliskan "Sidang Playboy, tanya kenapa", "Hukum dipermainkan, akhlak bangsa dikorbankan".
(aan/nrl)











































