Jamaah Haji Indonesia yang Wafat Lebih dari 1 Kloter
Kamis, 11 Jan 2007 05:54 WIB
Makkah - Sampai Jumat (11/1/2007), pukul 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS), jamaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci mencapai 479 orang. Angka ini melebihi jumlah jamaah dalam 1 kelompok terbang (kloter).Demikian data yang diperoleh dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Data tersebut juga mencatat sebagian besar jamaah haji yang meninggal, yakni 307 orang, berjenis kelamin pria.Berdasarkan lokasi wafat, paling banyak jamaah meninggal di Makkah, yakni 387 orang, Madinah 32 orang, Arafah 9 orang, Mina 47 orang, Jeddah 2, dan 2 orang lagi dalam perjalanan. Sebagian besar jamaah meninggal disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.Jamaah Sakit Terus BertambahDari Makkah wartawan detikcom, Djoko Tjiptono melaporkan, suasana di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pasca hari wukuf masih juga terlihat lebih sibuk. Sepanjang waktu ambulans terlihat hilir mudik mengangkut jamaah yang sakit dengan berbagai kondisi, ringan maupun berat.Jamaah yang tidak terlalu parah diperbolehkan pulang atau dirawat di BPHI. Sedangkan mereka yang perlu perawatan intensif, akan dirujuk ke berbagai RS di Arab Saudi. Namun tidak sedikit pula jamaah yang meninggal saat ditangani di BPHI.Hal ini semakin membuat suasana di BPHI Daker Makkah semakin memilukan. Kamar jenazah yang luasnya hanya sekitar 5 X 5 meter yang ada di Daker Makkah, dalam saat-saat tertentu tampak dipenuhi jenazah.
(djo/ken)











































