Gajah Kembali Mengamuk, 5 Unit Rumah Rusak
Rabu, 10 Jan 2007 22:44 WIB
Pekan Baru - Kabar gajah ngamuk terus saja terjadi di Riau. Kali ini diperkirakan ada 10 ekor gajah mengamuk lagi di Kabupaten Pelalawan. Sedikitnya 5 rumah warga rusak dan 9.000 batang pohon kelapa sawit porak poranda akibat serangan gajah liar. Kawasan yang diamuk gajah kali ini tepatnya, Desa Bukit Kesuma dan Bukit Horas Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan. Lokasi ini masih sekitar Taman Nasional Tesso Nilo yang selama ini dikenal sebagai habitat gajah. Salah seorang warga, Hendra menyebut, gajah ini mengamuk dalam tiga hari terakhir. "Gajah ini masuk ke pumikiman dan perkebunan mulai magrib sampai subuh. Dalam semalaman puluhan hektar tanaman bisa dirusak. Kami sudah beritahukan hal ini kepada WWF dan pihak kecamatan agar kami mendapat perlindungan," kata Hendra saat ditemui di Pekan Baru, Rabu (10/1/2007).Pengerusakan oleh gajah liar ini juga diakui juru bicara WWF Riau, Syamsidar. Dia mengatakan telah menerima laporan itu dari warga setempat."Warga mengira gajah itu milik WWF. Malah ada yang meminta kita untuk bertanggungjawab atas kerusakan kebun mereka," kata Syamsidar. Namun, pihak WWF sudah memberi pengertian kepada warga. Gajah liar merupakan tanggung jawab pemerintah dalam hal ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau. "Meski demikian, warga tetap meminta kita untuk membantu mereka mengusir gajah," lanjut Syamsidar. Konflik gajah dan manusia yang terus terjadi di Riau. WWF mengatakan insiden ini tidak terlepas dari tumpang tindihnya peruntukan lahan. Habitat gajah di Tesso Nilo, sampai saat ini masih dalam konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) milik PT Siak Raya Timber (SRT). Karena perusahaan sudah tidak aktif lagi, sehingga sebagian masyarakat mencaplok lahan tersebut.
(cha/ken)











































