Dephub Minta DPR Beri Nama Pilot yang Dipaksa Terbang
Rabu, 10 Jan 2007 21:01 WIB
Jakarta -
Departemen Perhubungan penasaran terhadap adanya laporan pilot AdamAir yang mengaku dipaksa menerbangkan pesawat rusak. Departemen Perhubungan meminta DPR memberikan data soal laporan itu."Terus terang saja kami sudah mencari penerbang-penerbang yang mengeluh itu. Sampai saat ini kami tidak tahu penerbang yang mengeluh itu. Kalau sudah bekerja di mana kerjanya," tanya Dirjen Perhubungan Udara Dephub M Iksan Tatang.Hal itu disampaikan dia saat menjawab pertanyaan anggota Komisi V DPR dalam acara Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/1/2007).Tatang mengatakan Dephub belum menerima laporan mengenai tekanan dari manajemen AdamAir kepada pilot-pilotnya. Meski begitu, dia berjanji akan bertindak tegas apabila menemukan kebenaran mengenai informasi itu.Pernyataan itu kontan memancing interupsi dari anggota dewan."Interupsi pak ketua, sebagai informasi ada 13 pilot, penerbang, yang mendapatkan tekanan dari manajemen datang ke kok bisa nggak tahu? Itu sudah 6 bulan yang lalu," ujar salah satu anggota Komisi V.Permintaan Tatang mendapat reaksi negatif dari pimpinan sidang dari Fraksi Partai Golkar Hardi Soesilo. Dia langsung meminta komisi mencatat Dephub yang mengaku sama sekali tidak tahu soal pilot yang mendapat tekanan dari manajemen AdamAir.Tatang kemudian menenangkan anggota Komisi V yang kecewa atas pernyataannya. Dia kembali menjanjikan akan mencari kebanaran soal laporan itu."Kami akan mencari kebenaran apa betul? Supaya tidak ada bias informasi karena ini tanggung jawab kami kalau benar akan saya kejar karena ini menyangkut profesi penerbang. Mohon kami diberi tahu," pinta Tatang.
(gah/ken)










































