Terdakwa Poso Akui Tulis Surat Teror
Rabu, 10 Jan 2007 19:52 WIB
Jakarta - Terdakwa mutilasi tiga siswi SMP Poso Sulawesi Tengah akhir Oktober 2005 mengaku pernah menulis surat teror. Surat itu ia masukan dalam kantong plastik hitam yang berisi kepala korban."Ya, (itu tulisan saya)," jawab Hasanuddin, salah satu terdakwa menjawab pertanyaan hakim Lilik Muryadi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Rabu, (10/1/2007).Salah satu kalimat yang ia tulis adalah "masih dicari seratus atau diperlukan lagi 100 kepala kangkoli anak remaja laki-laki atau perempuan, darah harus di balas darah, nyawa dengan nyawa, kepala dengan kepala".Pengakuan terdakwa dikuatkan oleh terdakwa lain dalam berkas terpisah yang dihadirkan jaksa pada kesempatan serupa. Mereka adalah Lilik Purnomo dan Irwanto Irano.Keterangan itu diperoleh setelah jaksa mengajukan saksi memberatkan yakni ahli forensik dari Mabes Polri, Gigih Prabowo. Dalam analisis, Prabowo yakin surat teror tersebut asli dan bukan di tulis oleh orang lain."Tulisan tangan itu memang identik dengan terdakwa. Sulit bagi seseorang untuk meniru asli tulisan tangan sepanjang itu. Itu memang asli (ia yang tulis)," papar saksi ahli itu.Namun, salah satu pengacara terdakwa, Novanda, merasa keberatan. Menurutnya, tulisan itu belum tentu menentukan teror atau tidak. Selain itu, surat tangan di atas kertas HVS tersebut tidak diketahui ditulis setelah kejadian atau sebelum kejadian.Sidang akan dilanjutkan 17 Januari 2007 pukul 11.00 WIB dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.
(ken/nvt)











































