Pilot AdamAir Sangkal Dipaksa Terbang di Cuaca Buruk
Rabu, 10 Jan 2007 17:44 WIB
Jakarta - Sejumlah pilot AdamAir menyangkal pemberitaan bahwa mereka dipaksa terbang oleh manajemen meski cuaca buruk maupun pesawat dalam kondisi error."Informasi itu tidak benar. Karena semuanya ada safety procedure," kata Kapten Prasetyo Pras, pilot AdamAir, dalam jumpa pers di Posko AdamAir di Bandara Hasanuddin, Makassar, Rabu (10/1/2007). Pras didampingi oleh 5 pilot lainnya. Semuanya mengenakan kemeja oranye, seragam khas AdamAir.Pemberitaan tentang tekanan pada pilot AdamAir, menurut Pras, dapat memecahkan konsentrasi mereka dalam mencari pesawat yang hilang. Padahal suasana saat ini masih berduka. "Tidak etis apabila ada oknum yang seprofesi yang mengeluarkan statemen yang tidak benar. Kami tetap mempunyai safety procedure. Semua itu juga ada aturan baku dan tidak mungkin dilanggar karena sanksinya keras," beber Pras.Pilot lainnya, Yudianto, menuturkan, dalam penerbangan ada istilah minimum equipment list (MEL) yaitu daftar komponen-komponen yang mengalami kerusakan tapi masih bisa dikompromikan. Misalnya setiap pesawat memiliki air condition machine (ACM) 2 unit. Bila keduanya menyala, pesawat bisa terbang 32 ribu kaki. Tapi kalau rusak satu, masih bisa terbang. Tapi hanya sampai 25 ribu kaki. "Konsekuensinya kalau terbang rendah, boros bahan bakar," kata Yudianto.
(nrl/bdi)











































