DPP Golkar Minta Penjelasan KPK Kaitan Korupsi & Parpol
Rabu, 10 Jan 2007 17:19 WIB
Jakarta - DPP Partai Golkar (PG) berencana mengundang KPK untuk menjelaskan penilaian indeks korupsi di Indonesia. Terutama berkenaan dengan survei TII yang menempatkan partai politik (parpol) sebagai terburuk kedua. Rencana ini disampaikan langsung 2 pengurus DPP PG kepada Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki di Gedung KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Rabu (10/1/2007). Hadir dalam pertemuan itu Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi PG Syamsul Muarif dan Wasekjen Rully Chairul Azwar."Kami akan mengundang Ketua KPK untuk membicarakan di depan pimpinan partai dan temen-temen di DPR yang berasal dari Golkar. Sehingga kita bisa tahu positioning yang sebenarnya tentang korupsi di Indonesia kaitan dengan partai itu bagaimana," kata Syamsul.Upaya ini dilakukan untuk memperbaiki citra parpol di masyarakat. Hasil survei yang dilakukan TII dinilai hanya sebuah persepsi."Persepsi itu ukurannya penyalahgunaan wewenang. Bukan korupsi dalam arti merugikan negara," jelasnya.Syamsul menjelaskan, pihaknya akan meminta solusi dari KPK untuk memperbaiki citra sebuah parpol. "KPK itu kan bukan hanya penindakan, tapi juga pencegahan. Kita minta saran-saran dari KPK," tuturnya.Wasekjen Rully Chairul Azwar menambahkan, langkah ini merupakan inisiatif dari DPP yang merasa prihatin dengan hasil survei TII itu."Ke depan kita mau parpol mengubah dirinya. Buat Golkar ini penting," tandasnya.
(ary/umi)











































