Pengganti Kepala BIN Jangan Cuma Dekat dengan Presiden

Pengganti Kepala BIN Jangan Cuma Dekat dengan Presiden

- detikNews
Rabu, 10 Jan 2007 12:23 WIB
Jakarta - Meski Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar belum resmi diganti namun isu siapa penggantinya mulai menghangat. Pucuk pimpinan BIN yang baru nanti diharapkan orang yang berkualitas dan tidak hanya sekedar dekat dengan presiden atau pernah menjadi tim suksesnya. "Jadi karena untuk kepentingan nasional, kepentingan kinerja presiden, kepentingan memberi input-input dari sisi intelijen maka kepala BIN harus bermutu dan berkualitas. Jangan hanya karena kedekatan dengan presiden atau pernah menjadi tim sukses," kata Anggota Komisi I DPR Effendy Choirie yang akrab disebut Gus Choi di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/1/2006).Dia menilai kinerja kepala BIN saat ini lebih buruk dari kinerja kepala BIN sebelumnya. "Persentase di Komisi I hampir semuanya lebih meyakinkan Hendropriyono daripada Syamsir Siregar," kata Gus Choi.Informasi yang disampaikan mantan Kepala BIN Hendropriyono lebih dalam mengenai persoalan-persoalan bangsa. Sedangkan informasi dari kepala BIN saat ini tidak sebaik kinerja kepala BIN yang lalu. "Yang sekarang ini datar-datar saja informasinya," ujarnya.Dia mengusulkan agar pengganti kepala BIN nantinya berasal dari kalangan sipil murni. Sebab BIN adalah lembaga institusi sipil dan bukan institusi militer. Tapi dia juga tak mempersoalkan apabila ada mantan militer yang berkualitas dan layak menjadi kepala BIN. "Ya gak apa-apa militer yang gak aktif, tapi kalau ada sipil yang berkualitas dan dipercaya presiden itu harus menjadi prioritas," katanya.Gus Choi mengusung satu nama yang layak menjadi kepala BIN yakni Wakil Kepala BIN M As'ad. "Salah satunya adalah As'ad, bukan karena NU-nya tapi dia orang lama di BIN. Dia sipil tapi punya jaringan luas di Amerika dan Eropa dan dia bisa bahasa Inggris dan Arab," cetusnya."Kalau Makarim (Makarim Wibisono-red) itu kan murni diplomat. Jadi sangat diplomatik hanya permukaannnya saja," tuturnya. (mar/asy)


Berita Terkait