Belu Dilanda Longsor, 130 Warga Mengungsi
Rabu, 10 Jan 2007 11:06 WIB
Kupang - Hujan yang mengguyur Desa Babotin Selatan, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Belu, NTT, dalam 1 pekan terakhir membuat kondisi tanah di desa tersebut menjadi labil. Longsor pun terjadi. Akibatnya, hingga Rabu (10/1/2007), ratusan warga mengungsi.Longsor terjadi pada Selasa 9 Januari 2007, sekitar pukul 14.00 WIT. 6 Rumah rata dengan tanah, 18 rumah rusak berat, dan 22 rumah rusak ringan. Musibah ini juga memaksa 130 warga yang berada di Desa Babotin mengungsi.Selain merusak bangunan yang ada, longsor itu juga merusak jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sasitamen dengan Kecamatan Malaka. Longsor itu juga merusak sekitar 45 ribu m2 lahan pertanian Menurut Sekretaris Satkorlak PBP NTT, Sentianus Medi, pemerintah daerah sudah mendistribusikan bantuan kepada para korban. Bantuan berupa beras, tenda, peralatan masak, dan pakaian langsung didistribusikan.Selain musibah tanah longsor di Desa Babotin Selatan, banjir juga melanda Kabupaten Ngada, Kecamatan Riung. 1 Rumah dilaporkan hancur dan 1 orang mengalami luka-luka.Pemerintah daerah NTT juga telah mengalokasikan dana Rp 12 miliar untuk mengantisipasi segala kejadian di NTT. "Pemda juga telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 250 miliar ke pemerintah pusat," ujar Sentianus.
(ary/nrl)











































