Saatnya Revolusi Hati Nurani
Selasa, 09 Jan 2007 05:07 WIB
Jakarta - Tekad Departemen Sosial (Depsos) melakukan revolusi hati nurani kian mendapat dukungan sejumlah lapisan masyarakat. Selain dukungan politis dari wakil rakyat di DPR, support juga dinyatakan sejumlah kepala dinas sosial tingkat provinsi. Depsos merasa perlu mencanangkan revolusi hati nurani untuk bangsa ini. Cara itu antara lain dilakukan dengan menggandeng lembaga manajemen Emotional and Spriritual Quotien (ESQ) untuk melatih para kader penggerak masyarakat.Demikian disampaikan Lembaga ESQ dalam siaran persnya yang diterima detikcom Selasa (9/1/2006).Dukungan para wakil rakyat di Senayan antara lain ditegaskan Junaedi Baleg dari Fraksi Partai Amanat Nasional dan Happy Bone Zulkarnain dari Fraksi Partai Golkar.Sementara dari aparat Depsos, penegasan dinyatakan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jabar, Yetti Kadarwati dan petugas Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial Sulsel, Abdul Hayat.Kader PAN, Junaedi Baleg mengatakan, revolusi tersebut sebenarnya telah menjadi keharusan sejak lama, seiring bertumbuhnya nilai-nilai budaya yang cenderung mementingkan diri sendiri. "Jadi memang tepat kalau saat ini kita menitikberatkan pada pembangunan nurani untuk membangun karakter bangsa," kata Junaedi.Happy Bone yakin, bila revolusi hati nurani tersebut berjalan baik, pada saatnya kita bisa berharap bahwa penyakit kronis bangsa, yakni kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), bisa terhapus.Ia juga menyambut baik rencana Depsos menggandeng lembaga pelatihan sumber daya manusia Emotional and Spiritual Quotien (ESQ) dalam program tersebut.Pekan lalu, menindaklanjuti deklarasi tiada hari tanpa solisaritas yang dicanangkan Presiden Yudhoyono, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Depsos, Gunawan Sumodiningrat, menyatakan perlunya revolusi hati nurani, berkenaan dengan menguatnya budaya soliter dan sikap mementingkan diri sendiri saat ini.
(mar/mar)











































