Pos Dirlantas di Aceh Diserang, 1 Polisi Tewas
Selasa, 09 Jan 2007 17:51 WIB
Banda Aceh - Dua anggota polisi yang tengah berjaga di pos Direktorat Lalulintas Polda NAD diserang dua pria bersenjata, Selasa (9/1/2006). Penyerangan ini mengakibatkan Bripda Rahmad Estrada (26) meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan, Bripka Subianto kritis."Di TKP ditemukan 16 selongsong peluru kaliber 5,56. Terdapat juga sejumlah bekas tembakan di dinding, pohon dan tempat penjagaan," terang Kapoltabes Banda Aceh Kombes Pol Zulkarnaen kepada wartawan di RSU Zainoel Abidin, yang tengah menunggui operasi pengeluaran proyektil peluru dari punggung Bripka Subianto.Lebih lanjut, menurut dia, kejadian yang terjadi di Jl. Teuku Umar, Lamteumen, Banda Aceh ini terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. Menurut keterangan dari dua anggota polisi lainnya yang tengah berjaga, kedua korban saat itu berada di pos penjagaan. Sedangkan dua lainnya berada di dalam kantor. Tiba-tiba datang dua pria dan menembak dari jarak jauh. Aksi penembakan menjelang subuh itu mengakibatkan Bripda Rahmad Estrada terkena peluru di bagian dada dan sekitar perut. Sedangkan Bripka Subianto terkena peluru di bagian bahu. Sedangkan tembakan di bagian punggung, masih menyisakan proyektil. "Sampai saat ini kita belum melakukan olah TKP karena masih menunggu pemakaman Bripda Rahmad Estrada. Karena masih menunggu keluarganya dari Jawa Barat," lanjut dia. Bripda Rahmad Estrada, kata dia, berasal dari Cibinong, Jawa Barat, tetapi sudah berkeluarga dengan perempuan asal Lamreng, Aceh Besar. Bripda Rahmad Estrada meninggalkan seorang isteri dan anak yang baru berumur 3 bulan."Dua orang anggota yang juga berjaga tadi malam, Brigadir Rukadi dan Briptu Sayed Kkarisma sampai saat ini masih shock," demikian Kombes Zulkarnaen. Sementara itu Humas Polda NAD Kombes Pol Jodi Heriadi kepada wartawan mengatakan, peluru kaliber 5,56 itu bisa digunakan di lima jenis senjata api. AK buatan Cina , AK buatan Rusia, M-16, SS-1, dan FN.
(ray/asy)











































