Usus Terburai, Bayi di Bandung Hanya Diberi Kantong Plastik
Selasa, 09 Jan 2007 16:51 WIB
Bandung -
Status miskin yang disandangnya membuat bayi laki-laki tanpa dinding perut ini tidak segera tertangani. Ususnya yang terburai hanya diberi kasa basah dan ditutup kantong plastik steril.Bayi yang belum sempat diberi nama itu merupakan anak pasangan Mulyana (28) dan Tati Solihah (24), warga Kampung Puncakwangi, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, sekitar 200 km dari Bandung.Sang bayi yang lahir pada 7 Januari 2007 itu langsung dilarikan RS Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat.Namun karena ruangan ICU bayi sudah overload, RSHS tidak bisa langsung menangani bayi tersebut.Kepala UGD RSHS Tri Wahyu yang dihubungi detikcom, Selasa (9/1/2007) menuturkan, pada hari pertama bayi itu datang, RSHS langsung menutup perut bayi dengan kasa basah agar ususnya tidak kering.Pada hari kedua, karena bayi masih belum bisa dioperasi, RSHS menjahit dinding perutnya dengan kantung plastik steril ke kulit agar tidak terkena infeksi.Langkah tersebut hanya sementara sambil menunggu ruang ICU bayi kosong. Saat ini dari kapasitas 6 bed, sudah terisi 8 bed, jadi sudah dipaksakan."Ruang operasi tuh ada, tapi itu harus ditunjang dengan ICU bayi. Karena sebelum dan sesudah operasi, bayi harus dirawat di ICU," jelas Tri Wahyu.Karena kondisi tersebut, RSHS berinisiatif menghubungi beberapa RS lain yaitu RS Al Islam, RS Al Ihsan, dan RS Internasional Santosa. Namun sang bayi tidak diterima ketiga RS tersebut."Status pasien dari keluarga miskin. Mereka telah mengajukan surat keterangan tidak mampu. Mungkin keluarga pasien dengan kondisi seperti ini merasa diabaikan pihak RS. Akhirnya mereka membawa paksa pulang bayi mereka ke rumah," kata Tri Wahyu.Kondisi itu membuat RSHS sangat prihatin. Sebab seharusnya keluarga pasien sabar menungu, karena di rumah pun sang bayi tidak bisa diapa-apakan. Minimal kalau di RS bisa langsung ditangani jika ICU sudah kosong.Ketahanan kantung plastik steril itu pun tidak bisa diprediksi. "Kami belum pernah menangani kantung plastik yang dibiarkan lama di tubuh pasien, karena seharusnya itu ditindaklanjuti dengan operasi dalam beberapa hari," kata Tri Wahyu.Kondisi kantung plastik yang kasar, jelasnya, berbeda dengan dinding perut yang lembut. Jika dibiarkan terlalu lama, akan melukai usus pasien.
(sss/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































