Golkar Enggan Sebut Nama Menteri Yang Layak Reshuffle
Senin, 08 Jan 2007 22:18 WIB
Jakarta - Walau sudah menyatakan dukungan terhadap reshuffle, namun Partai Golkar masih malu-malu. Tidak ada nama maupun departemen yang disebut layak terkena reshuffle."Kalau tiba waktunya akan jelas siapa. Itu hak prerogatif presiden," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, dalam acara Pernyataan Awal Tahun Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta Barat, Senin (8/1/2007).Agung tetap tidak mau menyebut nama kementerian atau departemen yang dinilai Golkar kinerjanya buruk, sehingga harus direshuffle. Namun Agung berseloroh bahwa para pengurus DPP yang mendampinginya dalam acara tersebut punya potensi untuk menduduki jabatan menteri bila kelak reshuffle terjadi."Tidak etis jika disebut. Tapi yang di depan ini sepertinya potensial," cetus Agung bercanda.Para pengurus yang dimaksud seperti Andi Matalatta, Theo Sambuaga, Muladi, Yorrys Raweyai, dan Sumarsono hanya tergelak ringan mendengar ucapan tersebut. Partai Golkar dalam pernyataan awal tahun 2007 menyebutkan pelaksanaan program pemerintah belum didukung oleh kinerja kabinet yang optimal, termasuk tingginya ego sektoral anggota kabinet yang berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu Partai Golkar meminta tegas agar presiden mengevaluasi dan mengganti menteri dan pejabat pemerintah yang tidak mampu menjalankan visi dan misi pemerintahan SBY-JK.
(gah/wiq)











































