Cuaca Buruk, Tiket Pelni Ludes

Cuaca Buruk, Tiket Pelni Ludes

- detikNews
Senin, 08 Jan 2007 18:44 WIB
Medan - Kendati cuaca buruk melanda sebagian wilayah perairan Indonesia, termasuk Selat Malaka, namun antusiasme calon penumpang kapal laut tidak berkurang. Kapal Motor (KM) Kelud yang akan berangkat dari Pelabuhan Belawan Medan menuju Tanjung Priok Jakarta, justru penuh. "Tiket untuk keberangkatan KM Kelud sudah habis. Calon penumpang disarankan membeli tiket untuk keberangkatan tanggal 16 Januari mendatang," kata Nelson Idris, Kepala Bagian Umum PT Pelni Cabang Medan kepada wartawan, Senin (8/1/2007), di kantornya, Jalan Krakatau, Medan. KM Kelud rencananya akan berangkat Selasa (9/1/2007), sekitar pukul 14.00 WIB. Rutenya Pelabuhan Belawan di Medan, Tanjung Balai Karimun, Batam dan Tanjung Priok di Jakarta. Menurut Nelson, dengan kondisi cuaca saat ini, sebenarnya tidak begitu masalah bagi kapal sekelas KM kelud. "Kapal buatan Jerman ini kapal baru. Sampai di Indonesia pada 7 Desember 1998. Kemampuannya bisa melewati ombak dengan ketingggian sekitar enam meter. Kecuali memang naas, insya Allah tidak ada masalah dengan cuaca," ujar Nelson. Kapal berbobot mati 93 ribu gross ton itu, kata Nelson, berkapasitas 2.000 penumpang yang terbagi dalam enam kelas. Harga tiket termurah untuk penumpang dewasa tujuan Jakarta, Rp 254 ribu, di kelas ekonomi. Namun tiket saat ini sudah tidak tersedia lagi di loket PT Pelni. Ratusan calon penumpang hanya bisa kecewa ketika mengetahui tiket sudah habis. "Saya rencananya akan berangkat ke Jakarta bersama saudara besok. Tapi tiket sudah habis di sini. Tidak tahu kenapa, tetapi kalau di calo tiket banyak," kata Andri, 29 tahun, warga Jalan HM Jhoni Medan. Mengenai calo ini, Nelson menyatakan, sulit mendefinisikannya. Intinya Pelni menerima pembelian tiket dengan uang yang resmi beredar di Indonesia dan ada tanda pengenal. "Mengenai percaloan itu, saya tidak tahu dan bukan urusan Pelni. Lagi pula tidak ada peraturan daerah yang melarang, sehingga tidak bisa dilaporkan ke polisi," ujar Nelson. (rul/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads