Pasien DBD Melonjak, Stok Trombosit di PMI Bandung Kosong

Pasien DBD Melonjak, Stok Trombosit di PMI Bandung Kosong

- detikNews
Senin, 08 Jan 2007 17:43 WIB
Bandung - Persediaan trombosit (keping darah) yang kosong di PMI Bandung, membuat pasien harus membawa pendonornya sendiri. Ini akibat meningkatnya permintaan trombosit yang mencapai 40 persen sejak awal tahun ini.Hal ini disampaikan juru bicara PMI Bandung Uus M Husni kepada wartawan melalui telepon, Senin (8/1/2007).Menurutnya, peningkatan permintaan trombosit ini disebabkan melonjaknya pasien demam berdarah dengue (DBD) di beberapa rumah sakit di Bandung."Biasanya permintaan trombosit sekitar 20 hingga 25 labu per hari. Namun sejak awal Januari 2007, permintaan mencapai 40 labu per hari atau meningkat sekitar 40 persen," ujarnya.Meningkatnya permintaan ini mengakibatkan stok trombosit di PMI habis. Sehingga pasien yang membutuhkan trombosit harus membawa pendonornya sendiri. Meski demikian, pasien tetap dikenai biaya Rp 130 ribu per labu. "Biaya ini untuk mengganti proses pengolahan darah," ucapnya.Dijelaskan Uus, kenaikan permintaan trombosit biasanya seiring dengan naiknya jumlah kasus DBD di RS. Sebab, trombosit yang merupakan darah segar dengan waktu pakai maksimal berumur 4 hari itu, diperlukan untuk membersihkan darah bagi penderita DBD yang sudah mengalami pendarahan."Darah bisa diolah menjadi trombosit jika donornya memiliki berat badan lebih dari 60 kilogram dan harus darah baru," tuturnya. Sementara stok darah di PMI Bandung saat ini aman, yaitu mencapai 1.000 labu per hari. (ern/sss)


Berita Terkait