Pencarian AdamAir
Info Pesawat Oleng dan Penemuan Logam Saling Mendukung
Senin, 08 Jan 2007 17:37 WIB
Makassar - Pencarian pesawat AdamAir KI 574 mendapat sedikit titik terang. Kesaksian nelayan Baharuddin soal adanya pesawat terbang rendah dan oleng dengan pendeteksian logam di kedalaman 1.500 meter di dalam laut saling mendukung. Diduga, pesawat AdamAir meledak dan jatuh ke laut. Dan Lantamal VI/Makassar Marsekal Pertama Gatot Sudijanto memastikan keterangan saksi mata dengan pendeteksian logam oleh KRI Fatahillah saling mendukung. "Logam itu memang ditemukan di sekitar lokasi yang sebelumnya disampaikan saksi," kata Gatot saat dihubungi detikcom, Senin (8/1/2007). Menurut Gatot, sebenarnya banyak nelayan yang memberikan kesaksian kepada Lantamal. Tapi, kesaksian-kesaksian itu tidak langsung dipercaya. "Kita harus cek dulu. Dan keterangan nelayan Baharuddin itu termasuk yang kita tindak lanjuti," kata Gatot. Gatot tidak ingat betul kapan kesaksian Baharuddin itu disampaikan ke Lantamal. Yang jelas, Baharuddin mengaku telah melihat ada pesawat dari arah Kaluku menuju Mamuju terbang rendah sekitar pukul 14.30 Wita pada 1 Januari. Setelah itu, sebelum sampai Pulau Mamuju, pesawat berbelok lagi ke arah barat dengan ketinggian yang terus menurun. Dua sampai tiga menit kemudian terdengar gemuruh dan ledakan keras. Titik hilangnya pesawat yang disampaikan Baharuddin, menurut Gatot, memang berada di sekitar ditemukannya logam yang dideteksi oleh sonar KRI Fatahillah. Hingga saat ini, Lantamal dan Tim SAR belum bisa memastikan apakah logam yang terdeteksi di kedalaman 1.500 meter di dalam laut itu puing pesawat AdamAir atau tidak. Untuk mendeteksinya, Lantamal masih menunggu kedatangan kapal sipil AS bersonar yang akan tiba di Makassar, Selasa (9/1/2007). Kapal AS yang cukup canggih ini akan melakukan pemetaan di bawah laut untuk memastikan status logam tersebut.
(asy/nrl)











































