Pencarian AdamAir
Saksi Melihat Pesawat Oleng dan Mendengar Ledakan Keras
Senin, 08 Jan 2007 16:36 WIB
Makassar - Pencarian pesawat AdamAir KI 574 yang misterius berhari-hari sepertinya sudah mendapat sinyal penting. Seorang saksi mengaku melihat sebuah pesawat terbang rendah pada pukul 14.00 Wita, Senin (1/1/2007). Pesawat lalu oleng. Lantas, terdengar gemuruh dan ledakan keras. Kesaksian penting telah disampaikan Dan Lantamal Laksamana Pertama Gatot Sudijanto kepada Atase Pertahanan AS Mayor Raymond Nolin saat berkunjung ke Markas Lantamal, Makassar, Senin (8/1/2006). Kepada wartawan, Dan Lantamal juga membeberkan bahwa ada saksi mata yang melihat pesawat oleng menuju Mamuju, Sulawesi Barat. Dalam dokumen Lantamal yang didapatkan detikcom, Baharuddin -- saksi mata yang juga seorang nelayan -- saat itu tengah berada di atas kapal di tengah laut. Saat itu, saksi mata ini berada di koordinat 02.32.02 LS - 118.54.45 BT, atau di tengah-tengah antara Kaluku dan Mamuju. Saksi menyaksikan sebuah pesawat yang datang dari Kaluku yang terbang menuju arahnya. Pesawat itu terbang rendah dengan suara mesin yang sangat keras. Saksi melihat pesawat itu berwarna putih kebiru-biruan, seperti biru laut. Tepat di atas posisi saksi mata, pesawat itu berbelok ke kiri menuju arah Mamuju. Sekitar 3nm (nautical miles) - atau sekitar 5,4 km - sebelum Pulau Mamuju, pesawat berbelok lagi ke arah barat dengan ketinggian yang terus menurun.Setelah itu, saksi mengaku tidak melihat pesawat itu lagi. Sebab, cuaca saat itu sangat buruk dan berkabut. Angin kencang berhembus dari arah barat laut. 2-3 Menit kemudian, saksi mendengar gemuruh yang keras disusul bunyi ledakan. Apakah itu pesawat AdamAir? Memang belum bisa dipastikan. Hingga saat ini, atas kesaksian ini, KRI Fatahillah terus menelusuri laut di kawasan Pulau Mamuju. Bahkan, KRI Fatahillah telah mendeteksi adanya benda logam di kedalaman 1.500 meter di dalam laut. Meski begitu, kesaksian nelayan itu menjadi pertanda penting bagi pencarian AdamAir yang sudah memasuki hari ke-8. Apalagi, saksi Baharuddin melihat pesawat itu berwarna biru laut. Warna ini cukup dekat dengan pesawat AdamAir yang hilang, yaitu warna putih, bukan oranye.
(asy/nrl)











































