Fuad: SBY Harus Reshuffle Separuh Menterinya

Fuad: SBY Harus Reshuffle Separuh Menterinya

- detikNews
Senin, 08 Jan 2007 16:28 WIB
Jakarta - Presiden SBY diminta me-reshuffle separuh menterinya. Kinerja pemerintah, khususnya ekonomi, yang buruk mendorong usulan itu.Usulan tersebut disampaikan mantan Menkeu Fuad Bawazier dalam jumpa pers di kantornya di gedung Bursa Gagasan, Kuningan, Jakarta, Senin (8/1/2007)."Ya saya kira separuh kabinet itu pantas di-reshuffle, makin cepat makin bagus. Kalau ditunda-tunda, ya, SBY makin kehabisan waktu," kata Fuad.Fuad menilai pemerintahan saat ini terlalu memuji-muji diri sendiri. "Seperti pepatah orang Betawi yang bilang air laut siapa yang ngasinin, kalau nggak asin sendiri. Pemerintah kita lagi ngalemin dirinya sendiri seperti pepatah Betawi itu," ujarnya. Fuad merasa aneh jika ekonomi yang membikin susah hidup rakyat saat ini malah dibilang berhasil. Padahal kenyataannya, mulai dari kebutuhan dasar semuanya sulit, angka kemiskinan saja sudah lebih 109 juta orang."Saya pikir berhasilnya pembangunan bukan diukur dari tingginya indeks saham atau rendahnya inflasi. Itu kan hanya indikasi, prasarana untuk kesejahteraan rakyat, kok ya itu yang dijadikan tujuan," cetusnya.Padahal, kedua hal tersebut tidak menyentuh rakyat. Jadi salah besar kalau dijadikan ukuran keberhasilan pembangunan. "Ini kan keblinger namanya. Itu keberhasilan versi IMF," tandas Fuad.Jadi, imbuh dia, harus ada orientasi total yang baru dalam pembangunan ekonomi. Yang terjadi sekarang ini hanya melanjutkan arsitektur ekonomi Orba, dan tidak ada yang berubah."Coba lihat rencana pembangunan jangka menengah 2005, targetnya tidak tercapai, hanya naik cadangan devisa saja. Mereka bilang kan 2006 targetnya Rp 8.400, mana ada itu," cetusnya. Lucunya lagi, kata dia, strategi arsitektur ekonomi itu punya kekhasan yang sama, pemerintah selalu merasa berhasil. "Kalau dari dulu klaimnya berhasil, kan nggak begini. Faktanya rakyat tambah bokek, utang tambah banyak!" tandas dia. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads