Dilarang Lewat Sudirman-Thamrin, Biker Protes
Minggu, 07 Jan 2007 16:51 WIB
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menganggap pengguna motor sebagai biang keladi kemacetan terutama di sejumlah jalan protokol seperti Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.Pemprov pun berencana melarang sepeda motor melintas di kawasan tersebut. Pengguna sepeda motor alias biker bisa mencari jalan alternatif lain.Belum apa-apa rencana tersebut sudah menuai protes. Hampir semua pengguna motor tidak setuju rencana Pemprov itu.Muhammad (29), pekerja swasta di Jalan Thamrin, kecewa bila Pemprov DKI jadi melaksanakan peraturan itu. Istri Muhammad bekerja di Sarinah."Kerja saya kan di Thamrin, bolak-balik, nanti muternya kejauhan. Saya kecewa sama pemerintah tapi ya beginilah namanya orang miskin," ujarnya saat ditemui detikcom di dekat Sarinah.Keluhan senada juga dilontarkan Bayu (28), tukang ojek yang biasa mangkal di Sarinah. "Ya jelas nggak setuju Mbak, saya kan bayar pajak juga, masa kagak boleh. Masak yang lewat situ hanya mobil mewah saja," ujarnya dengan kesal.Namun jika peraturan itu jadi dilaksanakan menurutnya bukan masalah besar. Toh dia bisa mencari jalan alternatif lain. "Ya kagak masalahlah masih banyak banyak jalan yang lain, kita bisa nyelip-nyeliplah," tuturnya.Pendapat Bayu diamini rekannya, Agis (24). Agis malahan mempermasalahkan kenapa tidak dari dulu saja aturan itu diterapkan. Sekarang pengguna motor yang lewat di Jalan Sudirman-Thamrin jumlahnya bejibun."Kenapa sih gak dari dulu saja dilarangnya, sekarang kan sudah banyak yang punya motor. Ya sebaiknya dipikirkan lagi, hasil kita itu cuma dari situ. Ini jalan satu-satunya saya cari duit, kecuali pemerintah mau jamin ada pekerjaan bagus ya nggak apa-apa," ujarnya.
(ddn/nrl)











































