SBY Harus Tegas Terhadap Menag dan Menhub
Minggu, 07 Jan 2007 15:07 WIB
Jakarta - Awal tahun 2007 memang ironis. Dua musibah melanda masyarakat Indonesia. Pertama, tragedi kelaparan jamaah haji Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kedua, bencana transportasi yang datang silih berganti, yaitu tenggelamnya kapal Tristar dan Senopati Nusantara, anjloknya kereta api, serta hilangnya pesawat milik maskapai penerbangan AdamAir.Musibah ini benar-benar mencoreng wajah dunia transportasi dan sistem penyelenggaraan haji di Indonesia. Presiden SBY harus tegas menyikapi musibah tersebut, salah satunya adalah memecat dua menteri yang menangani dua hal tersebut. "Menurut saya adalah salah satunya pemecatan menteri itu. Tapi kita lihat dua menteri ini, Menag dan Menhub, presiden tidak melakukan apa-apa. Artinya sekarang ini kita juga mempertanyakan janji ketegasan presiden. Apakah janji tetap janji atau bagaimana," kata Sekjen PKS Anis Matta.Hal itu dikatakannya usai acara Temu Kader Muslimah PKS di Sport Mall Kelapa Gading, Jl Nias Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (7/1/2007). Anis juga mengatakan kebijakan untuk memecat menteri memang sepenuhnya adalah kewenangan presiden. Dia hanya mengingatkan janji presiden untuk bersikap tegas terhadap para pembantunya di Kabinet Indonesia Bersatu jika ada menterinya yang memiliki kinerja buruk."Itu terserah presiden. Sekarang kita hanya ingin menyatakan bahwa kita menagih janji saja. Dia kan berjanji tahun 2007 ini akan lebih tegas. Sekarang ini ada dua kasus. Jadi bukan hanya Menag, tapi juga Menhub harus ditinjau," tegas Anis.
(rmd/nrl)











































