Sinyal HP Penumpang AdamAir Menyala 5 Januari
Minggu, 07 Jan 2007 12:49 WIB
Makassar - Aneka misteri menyelimuti hilangnya AdamAir. Misalnya saja sinyal telepon genggam (HP) yang tiba-tiba menyala kembali. Ada keluarga korban yang mengaku bisa mengontak nomor HP anggota keluarga yang ikut pesawat naas AdamAir beberapa hari setelah pesawat hilang.Aris Suyitno (55) pada pada hari Jumat 5 Januari 2007 mengaku sempat menghubungi HP anaknya, Pitagus Bagas Widodo (29), yang biasa dipanggil Bobby -- salah satu penumpang AdamAir.Aris yang khawatir dengan kondisi putranya mencoba menelepon sekitar pukul 12.11 Wita. Di luar dugaannya, ternyata HP sang anak nyambung, ada suara dering tut-tut-tut 3 kali. Kemudian ada seperti suara diangkat tapi tidak ada suara apa-apa. Tidak lama kemudian HP anaknya langsung mati."Suara saya bergetar sambil bilang halo-halo, tapi tidak ada suara," cerita Aris di Lanud Hasanuddin, Makassar, Minggu (7/1/2007).TahlilanBobby bersama istrinya, Ririn Usman, terbang dari Gorontalo ke Pacitan Jawa Timur, untuk memperingati kematian 100 hari eyang putrinya. Semua biaya tahlilan yang akan digelar Senin 1 Januari 2007 itu diurus Bobby. Namun ketika sudah berada di Pacitan, keluarga yang di Gorontalo menelepon Bobby, kalau anaknya Alexa (10 bulan) menangis terus karena ditinggal sang ayah dan ibu.Tidak tega mendengar anaknya nangis terus, akhirnya Bobby dan istri pulang menumpang AdamAir. Bobby dan istri akhirnya melewatkan acara tahlilan.Menurut Aris, informasi soal hilangnya Bobby diketahui ketika keluarga dari Manado menghubungi dirinya Senin 1 Januari malam. Menurut mereka ada pesawat yang hilang, setelah dicek ternyata nama Bobby ada dalam daftar penumpang pesawat naas itu."Jadinya saat tahlilan, bukan hanya mendoakan arwah eyang tapi juga ikut mendoakan keselamatan Bobby dan istrinya. Embah kakung sampai nangis-nangis saat tahlilan," ujarnya.
(ddn/nrl)











































