Transportasi Indonesia, Tua-tua Masih Operasi
Minggu, 07 Jan 2007 11:32 WIB
Jakarta -
Pesawat terbang, kereta api, dan kapal yang hilir mudik di Indonesia hampir semuanya telah berumur. Meski para operator merogoh kocek, namun yang dibeli adalah armada bekas pakai."Alat transportasi itu ada life time-nya juga. Mobil juga ada, tapi di Indonesia belum ada aturannya. Semakin tua, kalau tidak layak operasi ya membahayakan," ujar pengamat transportasi dari ITB Bandung, Harun Al Rasyid Lubis.Demikian disampaikan Harun dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (7/1/2006) pukul 09.30 WIB.Dikatakan dia, dengan mengimpor armada bekas dari luar negeri berarti mengorbankan risiko keselamatan dengan ekonomi. Padahal investasi armada baru sudah seharusnya dilakukan. "Soal armada baru ini kan masalah perencanaan. Jadi di Indonesia ini tua-tua masih operasi. Kalau mau ambil risiko kecelakaan ya silakan," cetusnya.Menurut dia, pemeliharaan yang baik bisa mengurangi risiko kecelakaan. Namun tak bisa dipungkiri perawatan untuk peralatan tua tentu lebih membutuhkan banyak perhatian.Meski demikian, peremajaan alat transportasi juga harus dibarengi dengan prasarana seperti rel, jalan, bandara, dan pelabuhan yang memadai. "Dan perawatannya dibebankan pada semua, namun tentu lebih fokus pada subjek yang berkepentingan," pungkasnya.
(nvt/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































