YLKI Minta Tunda Kenaikan Tarif Busway
Sabtu, 06 Jan 2007 23:05 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso untuk menunda kenaikan tarif busway. Alasannya, jumlah bus masih kurang sehingga pelayanan masyarakat belum memuaskan. "Penuhi dulu jumlah bus, baru dinaikkan. Selama ini penumpang selalu naik dengan berdesak-desakan,"ujar pengurus harian YLKI Indah Suksmaningsih usai diskusi bertajuk 'Tragedi Transportasi Indonesia' di Mario's Place, Cikini, Jakarta Pusat (6/1/2007). Menurut Indah, tarif busway yang layak dan tidak memberatkan masyarakat adalah sekitar Rp 4000-5000. Bila tarif busway dinaikkan, dia mengusulkan sistem tarif berdasarkan jarak (distance) yang diberlakukan. Alasannya sistem tarif distance lebih adil diberlakukan bagi para penumpang. Rencananya tarif busway akan dinaikkan saat Koridor IV-VII dioperasikan pada 27 Januari mendatang. Gubernur Sutiyoso pada pekan depan akan memimpin rapat tentang kenaikan tarif busway di balaikota. Rapat akan dihadiri Dinas Perhubungan DKI, Dewan Transportasi Kota (DTK), dan YLKI. Terkait rencana Pemprov DKI yang akan melarang sepeda motor melewati jalur protokol, Indah menyetujui. Hal ini mengingat jumlah kecelakaan tiap hari meningkat khususnya untuk sepeda motor. Namun Indah menyarankan agar pelarangan hanya dilakukan pada jam-jam tertentu. Indah menyebut, rencana pelarangan sepeda motor masuk jalan protokol juga untuk mengurangi kemacetan. Selain itu kebijakan ini juga bisa menertibkan para pengguna jalan. "Selama ini pengendara sepeda motor mengeluhkan 'dianiaya' bus umum, namun mereka juga 'menganiaya' pejalan kaki karena melewati jalur pejalan kaki," tandas Indah.
(nik/nvt)











































