Injak Tanah Air, Haji Terkenang Katering & Pelayanan Payah
Sabtu, 06 Jan 2007 16:47 WIB
Jakarta -
Haji kloter I Jawa Barat yang baru menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno-Hatta tampak tidak mampu menyembunyikan kekesalannya soal pelayanan haji yang buruk tahun ini. Soal katering diprotes habis.Encang Saefuddin (50), yang sudah beberapa kali naik haji, menilai penyelenggaraan haji tahun ini benar-benar amburadul."Biasanya kalau kita sampai di Arafah disambut oleh maktab. Tapi kali ini tidak ada sambutan. Selama 24 jam kita tidak makan nasi," tuturnya kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (6/1/2007).Setelah wukuf, jamaah baru bisa makan. Itu pun, imbuh dia, setelah diberi makan oleh jamaah dari negara lain.Encang menduga ada sabotase dalam kejadian tersebut. Sebab petugas dan muasasah setempat juga enggan memberikan makan kepada jamaah haji asal Indonesia."Saya minta pertanggungjawaban pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Meski tidak menganggu ibadah kita, Katering Ana harus bertanggung jawab. UU Haji juga harus direvisi. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi," tandas dia.Jamaah lainnya, Soeantony bin Rahman Mukti (48), juga menuntut pertanggungjawaban pemerintah. Dalam hal ini, permintaan maaf Menag saja tidak cukup."Harus ada tindakan nyata, ONH naik pelayanan kok bertolak belakang. Di hotel di Makkah saja, sprei tidak pernah diganti. Kita bayar Rp 28 juta, tapi tidak sesuai dengan pelayanan," cetusnya.Meski begitu, tidak sedikit jamaah haji yang pasrah dengan kejadian saat wukuf di Arafah itu. Abdul Rahman (65), misalnya, tidak mempersoalkan hal itu karena tidak mengganggu ibadahnya."Alhamdulillah semua berjalan baik. Masalah katering itu biasa, itu cobaan, itung-itung puasa sehari. Saya sudah terhibur dengan adanya haji akbar. Kan setiap orang tidak bisa mengalami haji akbar," ujarnya.Ucapan alhamdullilah juga dilontarkan jamaah lainnya yang tidak menganggap penting masalah itu.
(umi/sss)










































