Rp 2 Triliun Untuk Pasca Bencana Banjir dan Longsor
Jumat, 05 Jan 2007 21:43 WIB
Jakarta - Operasi tanggap darurat bencana banjir dan longsor di wilayah NAD dan Sumatera Utara dinilai sudah cukup. Sedangkan tahapan penanganan pasca bencana ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan."Ada dana Rp 2 triliun dari pusat untuk penanganan pasca bencana. Saya berharap pembangunannya (infrasturtur dasar) bisa dilakukan dalam waktu tiga bulan," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie dalam jumpa pers usai rapat Kabinet di kantor presiden Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (5/1/2007). Berdasarkan laporan terakhir, akibat tanah longsor dan banjir di Solok, 18 oranng meninggal dan 12 lainnya luka-luka. Di Solok Selatan, jumlah korban meninggal dan luka-luka, masing-masing enam orang. Sementara di Langkat ada 13 meninggal dan 11 luka-luka. Semua lokasi bencana di atas dilaparkan telah ditangani dengan baik oleh satkorlak setempat. Seperti pengadaan rumah sakit, dapur umum dan berbagai fasilitas darurat lainnya untuk penuhi kebutuhan para pengungsi."Di Mandailing Natal juga sudah tertangani dengan baik. Sebaliknya banjir di Riau masih berada dalam tahap tanggap darurat, karena sungainya masih meluap," tambah Ical panggilan akrab Aburizal Bakrie.
(lh/ken)











































