6 Warga Banten Korban KM Senopati Masih Misterius
Jumat, 05 Jan 2007 22:26 WIB
Serang - Setidaknya sembilan warga Banten ikut menjadi korban tenggelamnya KM Senopati Nusantara di Perairan Mandalika, Jepara, Jawa Tengah, pekan lalu. Bahkan enam diantaranya masih belum jelas keberadaannya.Menurut Sefi (29), salah-satu korban selamat, saat itu dia bersama rombongan berangkat Kamis 28 Desember 2006 malam dari Pelabuhan Kumai Kalimantan Tengah dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah."Badai itu menjadikan bagian bawah kapal jebol diterjang air. Dan kami bersembilan panik, dan terpencar menyelamatkan diri masing-masing. Dan saya pun sempat terkatung-katung selama tida hari dan diselamatkan oleh kapal barang di Selat Madura," ujarnya Sefi saat ditemui di rumahnya Desa Nambo Udik, Kibin, Serang, Jumat (5/1/2007). Dituturkan dia, saat ini enam rekannya belum diketahui nasibnya. Mereka adalah Najmudin (29) warga Ciruas, Yudi Wahyudi (24) dan Supriyatna (31) serta Dani (29) ketiganya warga Cikande, Asep Gumelar (31) warga Kasemen, Muhyar (29) warga Jawilan."Wahyudin, warga Perum BTN Cikande Permai ditemukan tewas, jenazahnya saya dengar sudah dibawa ke kampunya di Cirebon. Sedangkan Agus Hamzah (30) masih dirawat di rumah sakit di Jawa Timur karena badannya banyak luka karena digigit ikan," cerita ayah dua orang anak ini dengan nada masih shock.Sefi dan kedelapan temannya adalah pekerja proyek pembuatan tangki pengolahan minyak yang baru saja menyelesaikan kontrak kerjanya. Rencananya mereka akan pulang kampung ke Serang, Banten dengan menumpang KM Senopati.
(ken/ken)











































