Dephub: AdamAir KI 574 Masih Tanda Tanya Besar
Jumat, 05 Jan 2007 13:55 WIB
Jakarta - Lima hari berlalu sejak pesawat AdamAir Boeing 747-400 dengan nomor penerbangan KI 574 hilang dari radar. Berbagai spekulasi beredar. Yang jelas, pesawat ini masih jadi tanda tanya besar. Misterius. Tentang berbagai spekulasi itu, Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan (Dephub) M Ikhsan Tatang tak mau menanggapinya. "KI 574 itu terus terang masih tanda tanya besar, ada apa?" kata Tatang kepada wartawan yang menemuinya di Kantor Dephub, Jl. Merdeka Barat no 8, Jakarta Pusat, Jumat (5/1/2007).Meski begitu, kata dia, berbagai kemungkinan yang ada pasti akan dipelajari. Tim investigasi yang disiapkan akan total melakukan pengecekan. Mengenai proses pencarian bangkai pesawat tersebut, Tatang mengaku tidak tahu. Dia menyerahkan semua pencarian kepada Tim SAR juga KNKT. "Hasilnya silakan tanya ke Pak Setyo Raharjo (Ketua KNKT)," pungkasnya.Belum ditemukannya pesawat itu hingga kini menimbulkan berbagai spekulasi, mengapa pesawat berisi 102 orang itu tak sampai di bandara Sam Ratulangi, Manado. Spekulasi yang beredar masyarakat beraneka ragam. Ada yang menganalisa untuk menghindari tabrakan dengan pesawat lain, pesawat menurunkan ketinggiannya hingga menubruk bukit, dan ada juga kemungkinan pesawat itu disabotase. Beberapa teknisi AdamAir yang tak ingin disebutkan namanya juga mengemukakan teori mengapa sinyal pesawat Boeing 737-400 tersebut hilang dari radar. Mereka memperkirakan adanya kemungkinan pesawat tersebut diledakkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. "Hal itu bisa terjadi karena bandara baru di Surabaya kurang ketat pengamanannya," kata teknisi tersebut.Berbagai spekulasi tersebut memang tidak bisa diungkap kebenarannya, hingga pesawat nanti ditemukan. Sebelum pesawat AdamAir bercat putih itu ditemukan, spekulasi-spekulasi akan terus muncul, meski Menteri Perhubungan Hatta Rajasa telah meminta masyarakat untuk menghentikan menyampaikan spekulasi-spekulasi itu.
(ana/asy)











































