AdamAir Bantah Paksa Pilot Terbang Meski Cuaca Buruk
Jumat, 05 Jan 2007 12:14 WIB
Jakarta - Di saat keberadaan pesawat AdamAir Boeing 737-400 masih misterius, mantan pilot maskapai penerbangan mengaku adanya pemaksaan pada pilot untuk menerbangkan pesawat meski kondisi tak memungkinkan. Manajemen AdamAir membantahnya.Dalam wawancara dengan RCTI pada Kamis (4/1/2007) malam, kuasa hukum salah satu bekas pilot AdamAir bernama Sultan Salahuddin, mengatakan 17 pilot AdamAir mengundurkan diri pada tahun 2006. Alasan pengunduran diri mereka karena tidak nyaman dengan manajemen AdamAir yang memaksa pilot tetap menerbangan pesawat meski cuaca buruk.Manajemen AdamAir diwakili koordinator Instruktur Pilot Robby Waterkamp membantah hal tersebut. Menurutnya tidak ada paksaan pada pilot untuk menerbangkan pesawat jika situasi dan kondisi tidak memungkinkan."Tidak ada pemaksaan yang demikian. Jika cuaca buruk, pilot yang memutuskan terbang atau tidak. Pihak adamAir hanya menanyakan alasannya," kata Robby saat ditemui di kantor pusat AdamAir, Jl Peta Barat no 89, Jakarta Barat, Jumat (5/1/2007).Robby mengingatkan kepada 17 pilot yang telah mengundurkan diri, juga pada kuasa hukum mereka, agar tidak mengumbar kata-kata jika belum memiliki data. "Para pilot yang pergi jangan mengail ikan di air keruh. Saat ini kami sedang ditimpa musibah," ujar Robby yang memperlihatkan surat pengunduran diri Sultan Salahuddin tertanggal 23 Mei 2006.Sekadar informasi, pengunduran diri 17 pilot itu saat ini sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pihak AdamAir menggugat para bekas pilotnya itu untuk membayar ganti rugi biaya pendidikan yang sudah diberikan. Namun pilot-pilot itu tidak bersedia membayar ganti rugi dengan alasan tidak ada uang.
(ana/nrl)











































