Beras & AdamAir Persingkat Kunjungan SBY di KTT Asean
Kamis, 04 Jan 2007 18:26 WIB
Jakarta - Pelaksanaan operasi pasar beras ternyata tidak hanya berdampak pada golongan ekonomi lemah. Di luar dugaan, upaya stabilisasi harga beras itu mengubah kegiatan kenegaraan Presiden SBY. Dengan alasan tidak mau ketinggalan memantau langsung pelaksanaan operasi pasar beras, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempersingkat jadwal dari rencana awal mengikuti KTT ASEAN di Cebu, Filipina. "Presiden concern terhadap persoalan di dalam negeri yang tadi didiskusikan panjang lebar mengenai kenaikan harga bahan pokok yang terjadi sejak akhir 2006 dan masih berlanjut sampai sekarang," ujar Mensesneg Yusril Ihza Mahendra. Pernyataannya pada wartawan di atas merupakan hasil rapat kabinet terbatas bidang kesra dan ekuin di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/1/2006). Rapat siang ini diikuti sejumlah anggota kabinet dari bidang terkait. Selain masalah beras, menurut Yusril, masih belum tuntasnya operasi SAR hilangnya pesawat Adam Air dan tenggelamnya KM Senopati Nusantara juga menjadi salah satu pertimbangan. Penanganan dua musibah itu juga menuntut konsentrasi Presiden. Rencana semula, Presiden dan rombongan akan berada di Cebu untuk mengikuti semua rangkaian KTT ASEAN selama empat hari. Tapi dengan pertimbangan di atas, maka Presiden hanya akan mengikutinya dua hari sejak dimulainya pada 12 Januari 2006. Konsekwensinya, beberapa agenda selain rangkaian KTT ASEAN yang kemungkinan besar tidak bisa diikuti. Temasuk juga petemuan bilateral dengan kepala negara lain yang semula ada di jadwal harus dihapus. "Karena Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN dan juga pendirinya, maka Presiden merasa perlu menghadiri KTT ASEAN walaupun dialog dengan mitra-mitra ASEAN lain mungkin sekali ini tidak dapat dipenuhi," ujar Yusril.
(lh/asy)











































